Amien Rais melakukan orasi politik di Apel Akbar Rapat Ikada di Lapangan IRTI Monas, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2012). Dalam orasinya, Amien mengatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini mengalami kelunturan nasionalisme dan menderita rendah diri yang kompleks.
"Menurut pandangan saya, akhir-akhir ini kita mengalami kelunturan nasionalisme. Akhir-akhir ini dari atas sampai ke bawah telah menderita complex rendah diri yang harus dijauhkan sejauh-jauhnya," ujar Amien Rais dalam peringatan rapat raksasa di lapangan Ikada yang pertama kali digelar pada 19 September 1945, dalam rangka memperingati 1 bulan proklamasi kemerdekaan.
Mantan Ketua MPR ini mengungkapkan tentang betapa berharganya sebuah kemerdekaan. Menurutnya, peringatan rapat raksasa Ikada ini merupakan salah satu upaya untuk memperkokoh kemerdekaan kedaulatan Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan ini, Amien juga mengingatkan kembali kepada Undang-Undang Dasar 1945 yang menurutnya sudah dilupakan oleh bangsa Indonesia. "Ketika saya menjadi ketua MPR, berhasil membuat andemen UUD. Nah sekarang ini tanpa menyalahkan pihak mana pun, sebagai bangsa kita alpa dan kita lalai bahwa ada pasal-pasal tertentu yang sudah kita masukkan namun tidak dilaksanakan," jelasnya.
Dia mencontohkan pasal 33 dan pasal 34 UUD 1945 merupakan dua pasal yang terlupakan. "Ini pasal yg termasuk paling sial karena kita sudah lupa sehingga diri kita kurang mencuat dan kurang dihargai, mungkin kita lupa dari atas sampai bawah, kita tidak setia kepada UUD itu," lanjut Amien. Dalam pidatonya, politisi PAN ini juga sempat memuji Foke yang dianggapnya meneruskan tradisi Ali Sadikin.
Apel akbar ini dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan dihadiri sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari jajaran dinas di Pemprov DKI Jakarta, TNI, Polri, ormas, LSM, PMI, dan perwakilan masyarakat sipil lainnya.
(/nrl)











































