"Kami mengapresiasi dukungan kepolisian di bidang kelembagaan, khususnya untuk menduduki jabatan strategis. Apresiasi serupa juga perlu dihaturkan kepada Kejaksaan Agung yg mengirimkan personil terbaik," ujar Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (9/19/2012) pagi.
Menurut Bambang, proses seleksi melibatkan tim independen yang melakukan seleksi awal. Sedangkan untuk tes akhir, dilakukan langsung oleh pimpinan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Jubir KPK Johan Budi menambahkan, 14 perwira tinggi yang dimaksud Komjen Nanan itu, merupakan akumulasi dari seluruh kandidat yang berjuang memperebutkan pos deputi penindakan dan direktur penyidikan. Untuk pos deputi penindakan proses seleksi sudah berakhir, dan kandidat dari Kejaksaan Agung Warih Sadono terpilih untuk menempati posisi strategis itu.
"Jadi jumlah itu akumulasi," ujar Johan.
Diberitakan sebelumnya, Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna mengatakan telah mengirim sejumlah jenderal polisi untuk bertugas mengisi pos-pos penting di KPK. Tapi ternyata belasan jenderal rontok dalam seleksi di KPK.
"14 Pati Polri dikirim ke KPK, satu pun nggak ada yang lulus," kata Nanan di sela-sela diskusi di PTIK, Jl Tirtayasa, Jakarta, Selasa (18/9/2012).
(/ndr)











































