"Masyarakat harus mengawal langsung proses Pilgub DKI yang akan berlangsung besok, salah satunya pemilih harus berani melaporkan berbagai masalah seperti politik uang dan kecurangan yang terjadi kepada Panwaslu," ujar Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih Suara untuk Rakyat (JPPR) Yusfitriadi dalam pesan singkat kepada detikcom, Rabu, (19/9/2012).
Menurut Yus, pemilih selain harus menggunakan hak pilihnya secara bertanggungjawab pada hari pemungutan suara, juga ada kewajiban untuk menjaga kualitas Pilgub DKI yang berlangsung hingga dua putaran ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diantara titik rawan itu adalah adanya modus baru politik uang yang memanfaatkan pemilih untuk merobek foto profil pasangan tertentu di bilik suara, kemudian menukarkan hasil robekan itu dengan sejumlah uang.
"Yang lebih berbahaya lagi adalah model kecurangan dengan memobilisasi aparatur negara, kelurahan, RT dan RW untuk memilih salah satu pasangan calon yang bermuara pada politik uang," ungkap Yus.
"Salah satu sumbernya adalaha dana kampanye yang tidak dilaporkan dan diawasi. Ini menjadi salah satu sumber yang berimplikasi pada praktek politik uang. Sehingga kualitas Pilgub DKI menjadi tanggunjawab bersama," imbuhnya.
(/)











































