Kemenkeu: Realisasi Anggaran Simulator SIM Lebih Besar dari Rencana Awal

Kemenkeu: Realisasi Anggaran Simulator SIM Lebih Besar dari Rencana Awal

Danu Mahardika - detikNews
Selasa, 18 Sep 2012 20:25 WIB
Jakarta - Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Herry Purnomo hari ini menjalani pemeriksaan sebagai saksi di kantor KPK. Herry menyebut realisasi anggaran proyek pengadaan simulator SIM 2011 lebih besar dari anggaran yang semula diajukan Kepolisian RI.

"Jumlah duitnya antara yang diusulkan dengan realisasi khusus kasus Polri ini tahun 2011 antara yang diusulkan di APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) kemudian yang disetujui dalam RAPBN (Rancangan APBN) dan disetujui di APBN, lebih besar," kata Herry, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (18/9/2012).

Mengapa bisa lebih besar? Herry menyatakan, nilai anggaran yang disahkan DPR bisa lebih besar dari yang semula diajukan karena adanya penambahan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang disetor Polri pada negara. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2010, katanya, institusi Polri selaku lembaga negara berhak menggunakan 90 persen dari PNBP yang disetorkannya ke negara untuk membiayai kegiatan lembaga tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nilai PNBP yang disetor Polri ke tahun 2011 sekitar Rp 3 triliun," ujarnya.

Menurut Herry, dalam Nota Keuangan RAPBN 2013 disebutkan, PNBP 2011 yang disetorkan Polri ke negara persisnya mencapai Rp 3,4 triliun. Sementara, nilai proyek simulator ujian SIM roda dua dan roda empat pada 2011 sekitar Rp 196,8 miliar.

"Range-nya 90 persen. Jadi kalau di Polri itu diatur dalam PP 50 tahun 2010, kemudian penggunaan presentasenya, berdasarkan PP-nya ini ya, adalah jenis-jenis PNBP dan tarifnya ditetapkan oleh peraturan presiden. Sedangkan berapa persen penggunaaannya diatur Kemenkeu dengan keputusan Menkeu," paparnya.

(/lh)


Berita Terkait