"Barang itu karena saya mau renovasi rumah tapi tukangnya belum dan dananya juga belum ada," ujar Waenah saat berbincang dengan detikcom di Perumahan Mutiara Gading Rivera, Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/9/2012).
Selain beberapa barang milik elektronik milik Agus digunakan untuk pekerjaanya sebagai teknisi handphone. "Agus kan kerjanya sebagai tukang HP. 7 HP Agus saya yang kumpulin di dalam kardus sehingga mudah dicari," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang saya sesali kenapa Amir dibawa karena yang saya tahu keseharian Amir itu saya. Amir tidak salah. Orangnya jarang ketemu sama si Agus. Saya cerita begini karena saya tidak takut, tidak malu. Anak saya bukan teroris," tambahnya.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen (Pol) Boy Rafli Amar mengatakan hasil sitaan dari penggeledahan polisi di rumah Abdillah dan Amir adalah:
- Ember kecil (1)
- Pipa elbow (1)
- Laptop tanpa baterai (1)
- Golok (3)
- Gergaji besi (1)
- Gluegun (1)
- Isian gluegun (3)
- Solder (1)
- Multitester (1)
- Buku agenda (3)
- Buku tabungan BCA (1)
- Baskom (1)
- Centong (1)
- Paralon pvc 2 mtr,
- Tempat duduk( sasaran tembak) (1)
- Kardus senapan angin 4,5 mm merk canon.
"Sebelum penggeledahan dilakukan penangkapan terhadap tersangka Amirudin, yang bersangkutan adik dari Agus Abdillah ditangkap di dalam rumahnya," kata Boy Rafli.
Jody ditangkap kemarin siang di Jalan Parigi Lama, Bintaro sektor IX. Selain Jody ditangkap juga Abay alias Saidil Akbar (30). Keduanya diduga terkait dengan kelompok teroris M Thorik yang memiliki bahan peledak di Tambora termasuk terlibat dalam bom Depok.
(tfq/)










































