"Jadi sampai saat ini ada tiga yang diambil keterangannya. Dua dari Bintaro dan satu dari Bekasi," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen (Pol) Boy Rafli Amar, kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (18/9/2012).
Boy mengatakan polisi terus mendalami keterangan Thorik dan mencari orang-orang yang disebut dalam keterangan Thorik. Terduga teroris yang diringkus di Tangerang Selatan sudah diintai dari Prabumulih, kemudian bergerak menuju Jakarta dan ditangkap di Tangerang Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil pengeledahan di Tambun, Bekasi, petugas mendapatkan bahan-bahan kimia dan perlengkapan yang digunakan untuk material bom. Material-material bom yang diamankan adalah Urea 1 kg, Black Powder 3 kg, gotri kecil 1/4 kg, paralon, baterai 9 dan 12 volt, transistor, switching dan wadah tempat campur bahan kimia.
"Masih ada satu yang dikebangkan keberadaannya. Kegiatan terkait pengungkapan jaringan Torik masih dikembangkan. Kita cari pihak-pihak yang disebut Thorik," katanya.
Sebelumnya, Boy mengkonfirmasi penggeledahan dilakukan di Perum Mutiara Gading Rievera Blok E2 nomor 33, Bekasi. "Sebelum penggeledahan dilakukan penangkapan terhadap tersangka Amirudin 27, yang bersangkutan adik dari Agus Abdillah ditangkap di dalam rumahnya," kata Boy Rafli.
Jody ditangkap pada Senin (17/9) kemarin siang di Jalan Parigi Lama, Bintaro sektor IX. Selain Jody ditangkap juga Abay alias Saidil Akbar (30). Keduanya diduga terkait dengan kelompok teroris M Thorik yang memiliki bahan peledak di Tambora, termasuk terlibat dalam bom Depok.
(nal/)











































