Ledakan dan Tembakan Warnai Pembebasan Sandera di Rusia
Jumat, 03 Sep 2004 18:03 WIB
Jakarta - Dua ledakan kuat dan rentetan tembakan mewarnai pembebasan ratusan anak-anak yang disandera di gedung SD di North Ossetia, Rusia. Sekitar 158 anak-anak dievakuasi ke RS. Gedung SD yang terletak di Rusia Utara ini telah dikuasi para teroris sejak tiga hari lalu. Jumat (3/9/2004), tentara Rusia dengan berbekal senjata berat telah berada di tempat itu untuk mengupayakan pembebasan ratusan anak-anak itu. Senjata-senjata mereka diarahkan ke gedung SD itu. Dengan diwarnai aksi tembak antara teroris dan tentara Rusia ini, sejumlah anak-anak tampak berhasil dievakuasi dari dalam gedung. Tampak para tentara Rusia membawa anak-anak yang tidak berbaju dan hanya mengenakan celana pendek itu dari dalam gedung. Belum ada kepastian berapa jumlah anak-anak yang sudah berhasil dievakuasi. Situs berita Guardian menulis ada sekitar 30 anak-anak yang sudah dievakuasi dari gedung SD itu. Sedangkan, kantor berita CNN memberitakan sudah ada 158 anak-anak yang berhasil dievakuasi. Beberapa dari mereka terluka. Kini, mereka sudah dibawa ke RS untuk menjalani perawatan. Kasus penyanderaan anak-anak ini telah menjadi perhatian serius pemerintah Rusia. Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan peristiwa tersebut "mengerikan" dan pihaknya berjanji akan menyelamatkan para sandera itu. Sebelumnya, negosiasi telah dilakukan pemerintah Rusia dengan para militant itu. Namun, belum ada kesepakatan. Bahkan, para militant itu mengancam akan meledakkan sekolah di Rusia selatan itu jika pasukan Rusia menyerbu ke dalam gedung. Sementara itu, sebelumnya 26 sandera juga telah dilepaskan namun ratusan lainnya masih ditawan. Sejauh ini, drama penyanderaan tersebut telah menelan 12 korban jiwa, termasuk satu orang penyandera.
(asy/)











































