'Musuh' Yusril Keluar dari Fraksi

'Musuh' Yusril Keluar dari Fraksi

- detikNews
Jumat, 03 Sep 2004 16:45 WIB
Den Haag - Geerts Wilders, politisi Belanda yang pernah meradang atas pernyataan Menkeh HAM Yusril, menyatakan keluar dari fraksinya. Dia tak setuju Turki masuk Uni Eropa (UE).Keputusan Wilders keluar dari fraksi VVD (anggota koalisi pemerintah) itu diumumkan Ketua Fraksi Joziaas van Aartsen, Jumat (3/9/2004), setelah ditempuh dialog internal yang alot hingga Kamis malam.Hadir dalam dialog internal itu para pembesar partai VVD, antara lain Ketua Partai Jan van Zanen dan Menteri Keuangan merangkap Wakil Perdana Menteri (PM) Gerrit Zalm, namun mereka tak mampu mengubah sikap Wilders. Wilders, yang beberapa waktu lalu meradang atas pernyataan Yusril soal isu HAM dan mengompori politik Belanda untuk jangan mau dilecehkan Indonesia, menyatakan keluar dari fraksi karena dia tetap pada pendiriannya untuk menolak rencana Turki bakal diterima sebagai anggota UE."Saya sebelumnya, sekarang dan masih tetap akan menentang masuknya Turki menjadi anggota UE. Dan saya tidak bisa menerima kompromi tentang hal itu," demikian Wilders kepada pers di Belanda.Selanjutnya Wilders akan jalan sendiri di parlemen sebagai fraksi perorangan. Dia ingin memantik gerakan baru yang dapat mengisi 'lubang pada sayap kanan'. Politisi berhaluan kanan di parlemen Belanda yang seide dengan Wilders cukup banyak, mereka kemungkinan akan dijadikan mitra. Yang pasti, Wilders ogah bergabung dengan LPF (pengusung ide tokoh ultrakanan Pim Fortuyn) yang kini nyaris bangkrut dan tidak populer.Dalam keterangannya Ketua Fraksi VVD Van Aartsen menampik bahwa pihaknya memberi Wilders ultimatum agar dia mengubah sikapnya soal isu Turki. Menurut Van Aartsen isu Turki bukan inti masalah. "Masalahnya adalah agar fraksi bisa berfungsi sebagai tim," tandas mantan kolega Menlu Hassan Wirajuda itu.Namun Wilders secara terbuka mengungkapkan bahwa isu Turki itulah yang menjadi pemicu gonjang-ganjing dalam fraksi VVD. Wilders menilai para petinggi VVD berusaha membungkam dia seputar isu Turki. Politisi muda yang mengecat rambutnya dengan warna kekuning-kuningan dan pernah disindir media sebagai mengalami krisis kepribadian itu tidak mau kebebesannya dikekang.Selama ini Wilders memang dikenal selalu menyempal dari garis kebijakan dan sikap resmi fraksinya. Dia sering membuat pernyataan sendiri yang berwarna ultrakanan, terutama soal isu-isu integrasi, jilbab, masjid, dan hal-hal berkaitan isu islam lainnya. Sikapnya terbaru tentang isu Turki dinilai fraksi VVD cukup merepotkan kepentingan partai, hingga diambil tindakan yang berakhir dengan perpisahan itu. (es/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads