Pantauan detikcom, acara ini dihadiri Tamsil Linrung sebagai Ketua Presidium KAHMI dan alumni yang kini berkancah di dunia politik dan akademisi seperti, Akbar Tanjung, Saan Mustopa, Anas Urbaningrum dan Rektor Universitas Paramadina, Anis Baswedan.
Dalam sambutannya, Tamsil Linrung mengkritik kepemimpinan nasional saat ini. Dia menilai banyak pemangku kepentingan yang seakan melupakan kondisi ekonomi masyarakat yang makin terhimpit.
"Kita membutuhkan pemimpin yang berkharakter, apalagi saat ini dengan jumlah masyarakat miskin masih banyak. Bukan pemimpin yang menjual sumber daya alam dalam negeri dengan murah yang sibuk membuat lagu ciptaannya," kata Tamsil Linrung, Senin (17/9/2012) malam.
Tamsil berharap KAHMI dapat menjadi pelopor kepemimpinan nasional yang berpihak kepada masyarakat. "Saya harap kader tersebut siap menjadi pemimpin yang berkarakter," sebut Tamsil
Sementara itu Anis Baswedan dalam sambutannya menyinggung proses demokrasi yang tengah berjalan di Indonesia. Menurutnya, pemimpinan nasional saat ini kehilangan integritas karena lebih mengutamakan pencitraan.
"Kita mengalami defisit integritas, yang muncul di permukaan adalah pencitraan. Oleh karenanya pembangunan karakter seharusnya menjadi tujuan utama, bukan dengan reputasi yang mengarah pada pencitraan tersebut," ujarnya.
(/)











































