Wujudkan ASEAN Community Tak Perlu Tiru Eropa

Wujudkan ASEAN Community Tak Perlu Tiru Eropa

- detikNews
Senin, 17 Sep 2012 23:03 WIB
Wujudkan ASEAN Community Tak Perlu Tiru Eropa
Boediono (Dok.Setwapres)
Mataram, - ASEAN tengah berupaya mewujudkan visinya membentuk komunitas regional yang terintegrasi di tahun 2015. Namun untuk mewujudkan visi itu, ASEAN tidak perlu meniru komunitas regional serupa yang sudah terbentuk seperti di Eropa, yakni Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE).

"Parlemen-parlemen di kawasan ASEAN barangkali tidak harus selalu melihat jauh ke Eropa dan Amerika, tetapi justru lebih banyak saling belajar antara parlemen-parlemen negara anggota ASEAN karena budaya, kondisi lokal, dan tradisinya yang mempunyai lebih banyak kemiripan," ujar Wapres RI Boediono.

Hal itu disampaikannya dalam pembukaan pertemuan AIPA ke-33 di Kantor Gubernur NTB, Jalan Pejanggik, Mataram, Lombok, NTB, Senin (17/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, ASEAN telah memiliki cara tersendiri yang disebut โ€œthe ASEAN wayโ€ untuk memecahkan masalah kawasan, termasuk bagaimana upaya mewujudkan Masyarakat ASEAN (ASEAN Community) pada tahun 2015 mendatang. Budaya saling berkonsultasi dan bekerjasama diantara negara-negara ASEAN terbukti menjadi modal kekuatan.

Mantan gubernur BI ini juga mengatakan kerjasama ekonomi dengan negara-negara di luar ASEAN seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang digagas pada ASEAN Summit yang lalu dan akan disahkan pada ASEAN Summit pada November mendatang di Brunei Darussalam.

"Dalam hubungan ini Parlemen anggota AIPA tentu dapat membantu percepatan implementasi RCEP tersebut pada saatnya melalui proses legislasi di negara-negara masing-masing," imbuhnya.

Perdana Menteri Kamboja yang juga Ketua ASEAN, Samdech Hun Sen menambahkan saat ini sudah 67 persen langkah-langkah yang diperlukan bagi cetak biru masyarakat ekonomi ASEAN terselesaikan.

"Selain itu, semua upaya-upaya kita dalam proses pembangunan ASEAN Community tidak dapat terlaksana tanpa patisipasi aktif dari seluruh rakyat ASEAN di setiap lapisan. Keterlibatan mereka menjadi prioritas utama di masa mendatang," tuturnya.

"Tahun 2015 merupakan waktu sangat singkat, di mana ASEAN harus mendapat dukungan kuat dari masing-masing negara anggota dalam menjalankan road map untuk pembangunan Masyarakat ASEAN 2015," imbuhnya.

Pertemuan AIPA ke-33 ini berlangsung 16-22 September 2012 yang dihadiri delegasi parlemen dari 10 negara ASEAN, yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Laos

AIPA merupakan organisasi antar parlemen se-Asia Tenggara dengan misi khusus untuk mendukung program kerja dan cita-cita ASEAN visi 2020 yang meliputi ASEAN Community 2015, dan terdiri dari ASEAN Economic Community, ASEAN Political-Security Community, dan ASEAN Socio-cultural Community.

(rmd/fdn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads