"Kondisi Syifah, ibu bayi itu, saat kemari masih lemah dan pucat karena melahirkannya secara caesar. Selain itu dia juga masih stres karena kehilangan bayinya," kata Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, kepada detikcom, Senin (17/9/2012).
Arist mengatakan Syifah Maisyatul (20) datang ke Komnas PA bersama suaminya, Jaja Nurdiansyah (31). "Mereka kemari untuk mengadukan masalah hilagnya bayi mereka di rumah sakit tersebut," imbuhnya.
Dituturkan Arist, Syifah masuk ke rumah sakit itu pada Rabu (12/9) pagi. Saat itu Syifah harus menjalani proses persalinan dengan operasi caesar. Setelah operasi berhasil, bayi Syifah ditempatkan di ruang bayi sedangkan ibunya di ruang perawatan.
Kemudian pada Sabtu (15/9/2012) kondisi Syifah berangsur membaik. Dia pun akan pulang bersama bayinya ke rumah. "Bapaknya sudah melunasi uang operasi dan perawatan mereka tinggal pulang saja," terangnya.
Keesokan harinya, bayi yang baru lahir itu dibawa ke ruang perawatan untuk bertemu dengan Syifa. Syifa pun bisa melihat bayinya. Kemudian karena ingin buang air kecil, Syifa menitipkan bayinya ke orang tua pasien bersalin yang satu ruangan dengan dirinya.
"Dia mau ke kamar mandi kemudian dititipkan sebentar. Kamar mandi itu juga ada di dalam ruangan," imbuh Arist.
Setelah keluar dari kamar mandi, bayi Syifa sudah tidak ada. Saat ditanya ke orang tua pasien itu, katanya ada suster yang membawanya karena akan diperiksa.
"Syifa tidak curiga karena memang ingin pulang jadi mungkin bayinya diperiksa kesehatannya dulu," lanjut Arist.
Kecurigaan Syifa mulai timbul saat melihat beberapa suster di ruang jaga terlihat kebingungan karena tidak mendapati bayi Syifa. Bahkan ditunggu sampai sore, bayinya tak kunjung ditemukan.
"Akhirnya keluarga ini melapor ke polisi," ucap Arist.
Komnas Perlindungan Anak akan mengirimkan surat ke rumah sakit tempat Syifa melahirkan untuk mengetahui bagaimana prosedur yang ada di RS itu. Hal ini dilakukan karena bayi hilang di lingkungan rumah sakit.
"Kita akan kirim surat untuk mengetahui bagaimana bayi yang baru lahir bisa hilang," ujar Arist.
(nal/)











































