Peristiwa terjadi hari Minggu (16/9/2012) pagi tepatnya pukul 03.30 WIB. Saat itu, Satria sedang menemani rekannya yang bertugas di SPBU Karanganyar Legok. Lalu datang seorang pemuda yang hendak mengisi bensin, tapi karena posisi pemuda tersebut terlalu jauh dari mesin pompa bensin, Satria pun menasihatinya.
"Saya bilang kalau posisi motornya terlalu jauh. Tapi saya malah dibentak dan orang itu marah-marah," kata Satria di Mapolsek Gajah Mungkur, Semarang, Senin (17/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gigi depan saya sampai hancur seperti ini," ujar Satria sambil memperlihatkan bekas lukanya di bagian muka.
Ketika dikeroyok, Satria berusaha kabur dan akhirnya ia sampai di Mapolsek Gajah Mungkur. Mendengar laporan Satria, polisi segera bergerak dan akhirnya berhasil meringkus 9 pemuda tersebut.
Kapolrestabes Semarang Kombes Elan Subilan mengatakan, 9 tersangka yaitu Edy Setiyawan(18), Supriyadi( 19), Dadang Aji Pamungkas(18), Islahul Amiludin(22), Rifan Ibnu K(18), Dedi Wicaksono(22), Suratman(18), Moh. Yuni FM(16), dan Lilis Wahyudi(19).
"Sembilan pelaku sebelumnya minum minuman keras dan mabuk sehingga ketika tersinggung sedikit langsung membuat masalah dan terjadi pengeroyokan," terang Elan.
Ia menambahkan modus pengeroyokan biasanya ada tiga hal yaitu mencari jati diri, mengambil barang, dan menyerang geng tertentu. Dalam kasus pengeroyokan terhadap Satria, lanjut Elan, termasuk dalam modus pencarian jati diri.
"Asal muasal kejadian tidak jelas, bahkan salah satunya sudah siap membawa gir sebagai senjata," tutup Elan.
Saat ini, 9 pelaku pengeroyokan beserta barang bukti berupa sebuah gear besi diamankan oleh kepolisian.
(alg/try)











































