"Feasibility (jarak pandang) 500-700 meter akibat kabut asap di landasan bandara," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya Hidayat, ketika dihubungi detikcom, Senin (17/9/2012) siang.
Hidayat menerangkan, sejak pagi tadi, tidak ada satupun pesawat berbadan lebar yang mendarat di Bandara Tjilik Riwut. Pihak maskapai terpaksa mengalihkan penerbangan ke Bandara Sepinggan. Kendati begitu, tadi pagi sempat terpantau maskapai Lion Air berangkat meninggalkan Palangka Raya. Menurut dia, kabut asap yang semakin tebal, terpantau berlangsung sejak Minggu (16/9/2012) kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin pesawat berbadan kecil, masih bisa mendarat dengan jarak pandang di bawah 1.500 meter. Tapi kalau untuk pesawat berbadan lebar, itu sudah tidak bisa, itu sulit," tambahnya.
Dijelaskan Hidayat, di sekitar Palangka Raya sebagai ibu kota Kalimantan Tengah, terdapat 56 titik api yang juga jumlahnya terus berfluktuasi. Meski beberapa ini telah dilakukan upaya hujan buatan, namun tidak bisa berbuat banyak untuk meredam kabut asap.
"Tidak bisa dipastikan apakah itu titik api dari kebakaran lahan atau hutan. Yang jelas, titik itu yang terpantau di sekitar wilayah Palangka Raya," terangnya.
"Untuk wewenang meniadakan aktivitas bandara sementara waktu, itu wewenang dari pengelola bandara. Kami hanya menyampaikan kondisi cuaca dan kabut asap di landasan," tutupnya.
(try/try)