Musim kemarau sudah memasuki bulan ketiga melanda Sumatera Selatan. Akibatnya sejumlah sungai besar di provinsi yang sebagian besar merupakan perairan ini, mengalami pendangkalan yang esktrem.
Sungai Komering yang melintasi Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan Kabupaten OKU Timur misalnya, mengalami pendangkalan hingga sebagian badan sungai muncul ke permukaan.
"Air paling tinggi setengah meter. Padahal, biasanya kedalamannya mencapai enam meter," kata Marlin, warga Rasuan, Kabupaten OKU Timur, Senin (17/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah persawahan yang mengandalkan air dari air rawa dan sungai, juga sebagian mulai mengering. Beruntung, para petani baru menikmati panen, sehingga tanaman tidak terganggu. Kekeringan hanya membuat musim tanam mundur.
Didapatkan informasi, pendangkalan ekstrem juga terjadi pada Sungai Ogan, Sungai Lematang, dan Sungai Enim. Sehingga badan sungai yang berpasir dapat digunakan anak-anak buat bermain sepakbola.
Di Palembang sendiri, Sungai Musi mengalami pendangkalan sekitar 5 meter. Ini terlihat dari tanda ketinggian dari tiang Jembatan Ampera. Sementara hampir semua anak sungai yang ada di Palembang sudah
mengering. Kalaupun ada airnya, itu air yang berasal dari pembuangan warga, sehingga warna hitam dan berbau.
Sementara itu, kabut asap terus menebal di Sumatera Selatan, khususnya pada pagi, sore hingga malam hari. Meskipun tidak tebal, tapi aroma kayu atau rumput terbakar sangat terasa oleh warga
Palembang.
Kabut ini sangat terlihat di pagi hari saat memandang Sungai Musi atau di jalan yang menghubungkan Palembang dengan Inderalaya maupun Pangkalanbalai. Jarak pandang sekitar 50 meter.
(tw/trw)










































