Ditemui Anggota DPRD Jateng, Pendemo Malah Bubar
Jumat, 03 Sep 2004 12:55 WIB
Semarang - Ratusan mahasiswa yang masih bertahan hingga pelantikan usai, bubar setelah beberapa anggota dewan menemuinya di pintu gerbang Kantor DPRD Jateng, Jl Pahlawan Semarang, Jum'at (3/9/2004). Mereka menilai pertemuan tidak ada gunanya.Pengunjuk rasa yang merupakan gabungan dari LMND, HMI, LBH Semarang, KP2KKN, PRD, dan Humanika ini mengatakan, mereka sudah cukup lelah menanti anggota dewan. "Sudah telah. Kami tidak akan mau lagi berdialog untuk saat ini," teriak salah satu pengunjuk rasa sambil mengajak teman-temannya pulang.Sejumlah anggota dewan dari PDI-P yang dipimpin oleh Daniel Toto hanya ndomblong ketika para mahasiswa meninggalkannya. Mereka berdiri beberapa saat dan menggeleng-gelengkan kepala sambil mengawasi mahasiswa yang terus mencemoohnya.Ketika ditanya, Daniel mengatakan dirinya tak begitu kecewa dengan ulah mahasiswa. Karena antara dirinya dan mereka hanya terjadi salah paham. "Saya kan harus mengikuti acara protokoler. Jadi baru saat ini bisa menemui mereka. Kalau mereka tidak mau sekarang, kami siap bertemu dengan mereka kapan pun," katanya.Sebelumnya, para pengunjuk rasa nyaris bentrok dengan aparat kepolisian karena mereka memaksa masuk lokasi pelantikan. Merasa jengkel, lalu para pengunjuk rasa melempar tomat busuk ke halaman Kantor DPRD. Aparat yang ikut terkena lemparan itu, diam saja tak melawan.Sementara di sela-sela aksi pengunjuk rasa tersebut, puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar happening art tak jauh dari pintu gerbang DPRD. Dalam aksinya, mereka menggambarkan kematian anggota dewan Jateng karena tidak bisa menerima aspirasi rakyat yang diwakilinya.Usai happening art, aktivis PMII itu terus melanjutkan aksinya dengan long march menuju Kawasan Simpang Lima. Mereka tidak bergabung dengan puluhan pengunjuk rasa lainnya yang stand by di depan pintu gerbang DPRD.Di KPUD Jateng, Jl. Veteran, aktivis BEM se-Jateng dan KAMMI mencegat anggota DPRD yang selesai dilantik. Mereka meminta wakil rakyat itu membubuhkan tanda tangan sebagai persetujuan kontrak politik. Tapi tak semua wakil rakyat mau membubuhkan tanda tangannya.Kesuksesan para aktivis itu terwujud dalam penyerahan tikus kepada anggota dewan. Tikus yang dditaruh dalam sangkar itu diterima oleh anggota dewan yang juga Ketua PKS Jateng Muhamad Harris. Begitu tikus diterima, para pengunjuk rasa berteriak-teriak kegirangan. Sekitar pukul 11.30 WIB merekameninggalkan Kantor KPUD.Semua pengunjuk rasa menyatakan sikap yang sama. Mereka meminta anggota dewan yang baru dilantik tak meniru ulah anggota dewan lama yang penuh dengan kasus korupsi dan manipulasi. Meski banyak kelompok aksi berunjuk rasa, situasi jalan Kota Semarang terbilang lancar. Tak terjadi insiden berlebihan dalam aksi unjuk rasa itu.
(nrl/)











































