"Informasi dari Kapolres Kutai Barat baru-baru ini, jenazah yang ditemukan itu, laki-laki yang belum diketahui identitasnya," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, ketika dihubungi detikcom, Sabtu (15/9/2012) malam.
Menurut Wisnu, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kaltim yang kini berada di Muara Pahu, tengah berupaya mengidentifikasi jenazah tersebut. Kondisi fisiknya akan dicocokkan dengan data-data yang disampaikan keluarga penumpang ke posko SAR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"83 orang selamat, 24 orang diduga hilang dan 4 orang meninggal. Yang meninggal, 2 orang perempuan dan 2 orang laki-laki," terangnya.
Dihubungi terpisah, Wakapolres Kutai Barat Kompol Sebpril Sesa menambahkan, meski Kecamatan Muara Pahu termasuk di sekitar lokasi kejadian diguyur hujan pagi tadi, tidak menghambat upaya tim SAR untuk melakukan pencarian korban.
"Pencarian pada pukul 17.00 WITA kembali dihentikan sementara karena arus sungai yang deras. Dilanjutkan kembali Minggu (16/9/2012) pagi besok," tutup Sebpril.
Seperti diberitakan, KM Surya Indah rute Samarinda tujuan Melak di Kabupaten Kutai Barat, tenggelam dan karam di perairan Sungai Mahakam, di Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, pada Kamis (13/9/2012) malam kemarin.
Belum diketahui jelas penyebab insiden kapal tersebut. Beredar kabar sebelumnya, kapal tersebut mengangkut lebih dari 100 orang. Perjalanan kapal menuju Melak Kutai Barat, memakan waktu 18 jam perjalanan sungai. Kapal yang dilengkapi berbagai persyaratan dokumen itu dinyatakan layak berlayar dan memiliki batas maksimal 96 orang penumpang dan barang seberat 40 ton.
(lh/lh)











































