Kerugian Pemalsuan Obat Diprediksi Mencapai USD 200 Juta

Kerugian Pemalsuan Obat Diprediksi Mencapai USD 200 Juta

Gede Suardana - detikNews
Sabtu, 15 Sep 2012 18:59 WIB
Nusa Dua, - Pemalsuan obat di Indonesia sangat fantastis. Kerugian yang ditimbulkan diprediksi nilainya sebesar USD 200 juta per tahunnya atau 10 persen dari seluruh pasar farmasi di Tanah Air.

"Angka ini merupakan hasil survei sejumlah lembaga dunia yang perhatian terhadap pemalsuan obat. WHO pun memperkirakan pemalsuan obat sebesar 10-30 persen," kata Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP)Widyaretna Buenastuti di sela-sela Kongres Federasi Asosiasi Farmasi Asia (FAPA) di Nusa Dua, Sabtu (15/9/2012).

Berdasarkan penelitian di lapangan yang dilakukan pada April hingga Agustus 2012 di empat kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan banyak terdapat obat palsu. Obat palsu ditemukan di ritel di kota besar, apotek, dan toko obat mencapai 10 sampai 30 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Widyaretna menjelaskan bawa pemalsuan obat berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Pemakaian obat palsu menyebabkan kegagalan dalam pengobatan bahkan hingga kematian.

Untuk menghindari kerugian dan dampak buruk terhadap kesehatan, MIAP meminta para apoteker bersama-sama memerangi obat palsu yang banyak beredar di masyarakat. "Apoteker yang berinteraksi dengan memudahkan kampanye pemberantasan anti obat palsu," ujarnya.

Profesi apoteker harus bersertifikasi dan mempunyai tanggung jawab terhadap pengadaan, distribusi atau jual beli serta menjaga obat yang dijualnya benar-benar asli.

(gds/lh)


Berita Terkait