Temui Warga Penjaringan, Jokowi Mendapat Toples Berisi Uang

Temui Warga Penjaringan, Jokowi Mendapat Toples Berisi Uang

M Iqbal - detikNews
Sabtu, 15 Sep 2012 17:03 WIB
Temui Warga Penjaringan, Jokowi Mendapat Toples Berisi Uang
Jakarta - Menjelang hari coblosan Pilgub DKI Jakarta, Joko Widodo melanjutkan aksinya menemui warga di pelosok perkampungan. Sebagian warga Penjaringan, Jakarta Utara, yang bersimpati bahkan membekalinya dengan satu toples penuh berisi uang hasil saweran mereka untuk melawan politik uang.

Kampanye berupa dialog ini, Sabtu (15/9/2012), bersama warga ini digelar di sebuah tenda Jl Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Sekitar dua ratusan orang hadir di lokasi dialog. Di tengah dialog perwakilan warga menyerahkan toples plastik tranparan berisi uang pecahan Rp 100, Rp 200 dan Rp 1000.

"Totalnya ada Rp. 1.333.000, tujuannya untuk melawan politik uang," kata seorang wakil warga yang menjadi koordinator saweran, di Muara Baru, Jakarta Utara, Sabtu (15/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menerima uang saweran dari warga, Jokowi mengaku terharu dan berjanji tak akan menggunakan uang itu. Ia akan jadikan uang itu sebagai kenang-kenangan dari warga untuknya.

"Jadi sepeserpun tidak akan saya gunakan, ini akan saya simpan untuk kenang-kenangan. Kalau digunakan terlalu berat, ini uang rakyat kecil, nangis sebetulnya saya terima uang ini. Tapi komitmen yang namanya Jokowi tetap akan dan selalu turun ke bawah bersama rakyat," kata Jokowi disambut tepuk tangan ratusan warga.

Jokowi menyatakan uang itu akan disimpannya. Dia berjanji bila terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta akan mengembalikan uang itu kepada warga dalam bentuk pembangunan kampung.

"Uang ini dari ibu-ibu diserahkan kepada saya, kalau sekarang ibu-ibu diberi seratus ribu atau dua ratus ribu paling-paling pemimpinnya cari kembalian. Ini ibu-ibu kumpulkan seribu dua ribu disawer kepada saya, akan saya simpan. Suatu saat akan saya kembalikan pada ibu-ibu semua dalam wujud yang lain, misal kartu Jakarta Sehat, pembangunan rumah-rumah kumuh agar rumahnya layak huni, pemberian modal usaha mikro atau PKL," ungkap wali kota Surakarta ini.

(/lh)


Berita Terkait