"Menurut saya itu bentuk dari frustasi generasi muda, karena mereka masih mencari jatidiri. Karena memang anak muda itu memang masih labil sehingga gampang dipengaruhi hal-hal negatif," ujar Yenny Wahid, di Pondok Pesantren Kempek, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (15/9/2012).
Yenny lebih lanjut mengatakan, anak muda cenderung ingin membuat perubahan. Namun, perubahan itu apabila tidak diakomodir akan menghasilkan sesuatu yang malah merugikan bagi banyak orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yenny, untuk menangkal itu, seharusnya para pemuda diberikan pemahaman bahwa perubahan bisa dilakukan tanpa kekerasan. "Ya harus diberikan pemahaman mengenai dampak negatif dari perbuatan yang berdasar kekerasan," tutupnya.
Seperti diketahui, dalam rentetan aksi teror belakangan ini rata-rata terduganya masih berusia sangat muda. Mereka bahkan disebut lebih berani dan lebih tangkas daripada kelompok-kelompok yang sebelumnya sering melakukan aksi teror.
"Mereka lebih berani dan tangkas dibanding yang tua," ujar pengamat intelijen Wawan Purwanto, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (12/9/2012).
(riz/van)











































