"Dia ini semacam 'orang pintar', motif pembunuhannya karena sedang praktik buka aura," terang sumber detikcom yang enggan disebutkan namanya saat berbincang, Sabtu (15/9/2012).
Datuk ditangkap di Semplak dini hari tadi sekitar pukul 01.00 WIB. Penangkapan ini kurang dari 1x24 jam, setelah jasad Martini ditemukan tak bernyawa di kamar 312 dengan luka di leher pada Jumat (14/9) pukul 14.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, cerita petugas itu, pelaku dimintai tolong membuka aura, salah satunya guna kepentingan usaha. Kemudian, praktik dilakukan di kamar hotel itu. Pelaku dibungkus dengan kain mori dan tangan diikat. Nah, saat itu begitu ditanya soal uang, korban menyebut masih ada di rumah, yang membuat pelaku gelap mata.
"Itu dalih pelaku," sebut petugas itu.
Awalnya saat ditangkap dini hari tadi, pelaku mengelak. Namun saat dibawa ke lokasi pembunuhan, akhirnya pelaku mengaku.
Sebelumnya Kapolres Jakbar Kombes Pol Suntana yang dikonfirmasi membenarkan soal penangkapan pelaku. Hanya, pihaknya masih melakukan pendalaman.
(ndr/van)











































