Titik Api Bertambah, Kebakaran Hutan di Rinjani Meluas Hingga 500 Hektare

Titik Api Bertambah, Kebakaran Hutan di Rinjani Meluas Hingga 500 Hektare

Kusmayadi - detikNews
Sabtu, 15 Sep 2012 13:01 WIB
Titik Api Bertambah, Kebakaran Hutan di Rinjani Meluas Hingga 500 Hektare
Mataram, - Api yang melahap padang savana di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di Lombok, menggila. Kini sedikitnya 500 hektare area di kawasan wisata andalan NTB itu telah terbakar. Api terus berkobar. Bahkan titik api sudah berada di lima kawasan, dari semula hanya tiga.
 
"Perkiraan sementara, area yang sudah terbakar saat ini sedikitnya 500 hektare. Titik api juga sudah bertambah dari tiga kawasan menjadi lima," kata Lalu Muhammad Fadli, Kepala Seksi Taman Nasional Wilayah II, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, melalui sambungan telepon pada detikcom, Sabtu (15/09/2012).
 
Saat dihubungi, Fadli tengah berada di lereng Rinjani, dan tengah mempersiapkan tim menuju lokasi kebakaran.
 
Ia mengatakan, 20 orang anggota Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan, gabungan masyarakat sekitar dan petugas TNGR yang telah menginap dua malam untuk memadamkan dan melokalisir api telah kembali tadi malam. Namun pada Sabtu pagi, api masih terus berkobar.
 
"Tim sudah turun tadi malam, karena memperkirakan api akan padam. Namun pada pagi ini, api masih menyala dan bahkan ada dua titik api yang baru lagi,’" katanya.
 
Dua titik api yang baru terdeteksi itu berada di kawasan Gunung Pandan, masih di sisi selatan Rinjani, yang masuk kawasan taman nasional di Kecamatan Peringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Sementara tiga kawasan yang terbakar sebelumnya berada di Gunung Bendera, Gunung Tai Manuk dan kawasan Momok Yamin.
 
"Tim akan berangkat lagi ke atas. Prioritas kami adalah memastikan api tidak menjalar ke kawasan Timba Nuh,’’ kata Fadli.
 
Timba Nuh adalah jalur pendakian utama menuju puncak Rinjani dan Danau Segara Anak, di kawah Rinjani, melalui Sembalun, Lombok Timur.
 
Tim kata dia sejauh ini mengandalkan pemadaman api dengan cara manual. Lokasi kebakaran yang berada di ketinggian 1.700 mdpl hingga 2.500 mdpl, menyebabkan pemadadaman sulit dilakukan dengan air. Hanya Fadli memastikan, api baru melahap padang savana, belum ke area hutan lindung.
 
"Tim juga membawa cangkul dan membuat parit-parit untuk melokalisir api, sehingga tidak menjalar ke area lain. Sejauh ini, itu yang bisa kami lakukan," katanya.
 
Sejauh ini menurut dia, kebakaran belum mengganggu aktivitas pendakian melalui dua jalur utama baik di Sembalun, Lombok Timur maupun di Senaru, Kabupaten Lombok Utara. Titik api di Rinjani mulai terdeteksi pada Selasa (11/09/2012) lalu, dan terus meluas. Tingginya kecepatan angin ditambah cuaca kemarau yang menyengat, menyebabkan api menjadi sulit dikendalikan.



(lh/lh)


Berita Terkait