Buka Munas NU, Ketua PBNU: Jangan Malu Hidup Sederhana

Buka Munas NU, Ketua PBNU: Jangan Malu Hidup Sederhana

M Rizki Maulana - detikNews
Sabtu, 15 Sep 2012 10:59 WIB
Buka Munas NU, Ketua PBNU: Jangan Malu Hidup Sederhana
Jakarta - Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Palimanan, Cirebon, resmi dibuka. Pemilihan lokas pelaksanaan munas yang selalu di pesantren di pedesaan, merupakan pesan agar warga NU dan masyarakat Indonesia tidak malu hidup secara sederhana. NU untuk hidup sederhana.

"Munas kali ini diselenggarakan di pesantren yang terletak di kampung terpencil. Jangan kita malu berasal dari desa kecil. Jangan malu untuk hidup sederhana," ujar Ketum PBNU Said Aqil Siradj, dalam sambutan pembukaan pembukaan Munas Alim Ulama dan Konferensi Bersama NU, di Pondok Pesantren Kempek, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (15/9/2012).

Said menjelaskan penyelenggaraan acara sekelas Munas di desa terpencil bukan tanpa alasan. Menurutnya, malah banyak cendikiawan besar muslim mendapat pendidikan di pesantren terpencil. Selain itu dia menambahkan, selama ini dalam munas-munas yang dilakukan oleh NU di desa terpencil berhasil menghasilkan putusan-putusan penting bagi bangsa Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beberapa kali kita melakukan konbes di daerah terpencil dan berhasil menelurkan keputusan-keputusan penting. Dulu NU pernah mengadakan Munas di desa terpencil di daerah Cilacap, itu menelurkan putusan tentang ijtihad yang merubah dunia pemikiran islam di Indonesia. Waktu di desa di Lombok, itu menghasilkan putusan mengenai dibolehkannya presiden wanita," terang Said yang mengenakan baju koko berwarna merah marun tersebut.

Said menyebut, dalam Munas dan Konbes ini NU mengambil tema 'Kembali ke Khittah Bangsa Indonesia 1945'. Ini menurutnya untuk menegaskan kembali bahwa NU mendukung NKRI dan pemerintah selama pemerintah berlaku adil demi kesejahteraan masyarakat.

"Kita mendukung Indonesia untuk membangun Indonesia yang merdeka dan berdaulat, kembali pada nilai-nilai luhur Pancasila dan juga kembali kepada amanat Mukadimah UUD 1945," ucap Said.

Pembukaan Munas ini dihadiri oleh 900 warga NU yang berasal dari seluruh Indonesia. Selain itu juga tampak beberapa tokoh nasional seperti Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faisal, Ketua BPK Ali Masykur Musa, dan Mantan Menteri Pemberdayaan Wanita pada era Gus Dur, Khofifah Indra Parawansa.

Munas direncanakan akan berlangsung selama 4 hari dari 14-17 September 2012. Rencanaya Presiden SBY juga dijadwalkan hadir pada rangkaian acara tersebut.

(riz/lh)


Berita Terkait