"Munas kali ini diselenggarakan di pesantren yang terletak di kampung terpencil. Jangan kita malu berasal dari desa kecil. Jangan malu untuk hidup sederhana," ujar Ketum PBNU Said Aqil Siradj, dalam sambutan pembukaan pembukaan Munas Alim Ulama dan Konferensi Bersama NU, di Pondok Pesantren Kempek, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (15/9/2012).
Said menjelaskan penyelenggaraan acara sekelas Munas di desa terpencil bukan tanpa alasan. Menurutnya, malah banyak cendikiawan besar muslim mendapat pendidikan di pesantren terpencil. Selain itu dia menambahkan, selama ini dalam munas-munas yang dilakukan oleh NU di desa terpencil berhasil menghasilkan putusan-putusan penting bagi bangsa Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Said menyebut, dalam Munas dan Konbes ini NU mengambil tema 'Kembali ke Khittah Bangsa Indonesia 1945'. Ini menurutnya untuk menegaskan kembali bahwa NU mendukung NKRI dan pemerintah selama pemerintah berlaku adil demi kesejahteraan masyarakat.
"Kita mendukung Indonesia untuk membangun Indonesia yang merdeka dan berdaulat, kembali pada nilai-nilai luhur Pancasila dan juga kembali kepada amanat Mukadimah UUD 1945," ucap Said.
Pembukaan Munas ini dihadiri oleh 900 warga NU yang berasal dari seluruh Indonesia. Selain itu juga tampak beberapa tokoh nasional seperti Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faisal, Ketua BPK Ali Masykur Musa, dan Mantan Menteri Pemberdayaan Wanita pada era Gus Dur, Khofifah Indra Parawansa.
Munas direncanakan akan berlangsung selama 4 hari dari 14-17 September 2012. Rencanaya Presiden SBY juga dijadwalkan hadir pada rangkaian acara tersebut.
(riz/lh)










































