Sebelumnya, Jumat (14/9/2012) sore tadi sekitar pukul 16.00 WITA kepolisian merilis 79 orang selamat, 23 orang diduga hilang serta 3 orang meninggal.
"Perubahan data itu, kita catat sekitar pukul 19.00 WITA malam ini. Ini sementara, kemungkinan data ini akan terus berubah," kata Wakapolres Kutai Barat Kompol Sebpril Sesa, kepada detikcom di ujung telepon, Jumat (14/9/2012) malam WITA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kepala Dermaga Mahakam Hulu Samarinda Sukarja menegaskan, berdasarkan berbagai dokumen yang dimiliki kapal tersebit, batas maksimal KM Surya Indah 96 orang penumpang dan barang-barang seberat 40 ton.
Menanggapi dugaan KM Surya Indah melebihi kapasitas penumpang 96 orang, Sebpril Sesa enggan memastikannya. Menurut dia, penyelidikan dan penyidikan masih dilakukan di tengah upaya pencarian tim SAR gabungan di Muara Pahu.
"Terkait dugaan melebihi kapasitas, belum bisa disimpulkan. Penyebab tenggelam dan karam-nya pun, juga belum bisa kita simpulkan," ujar Sebpril.
Meski begitu, Sebpril menegaskan, dua orang nakhoda KM Surya Indah masing-masing atas nama Aspul dan Hermansyah, kini sudah diamankan aparat Polres Kutai Barat untuk dimintai keterangan.
"Kami masih meminta keterangan kepada kedua saksi sekaligus nakhoda kapal itu. Penyelidikan sekaligus penyidikan masih berjalan," terangnya.
Seperti diberitakan, KM Surya Indah rute Samarinda tujuan Melak di Kabupaten Kutai Barat, tenggelam dan karam di perairan Sungai Mahakam, di Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, pada Kamis (13/9/2012) malam kemarin.
Belum diketahui jelas penyebab insiden kapal tersebut. Beredar kabar sebelumnya, kapal tersebut mengangkut lebih dari 100 orang. Perjalanan kapal menuju Melak Kutai Barat, memakan waktu 18 jam perjalanan. Kapal yang dilengkapi berbagai persyaratan dokumen itu dinyatakan layak berlayar.
(fjp/fjp)