"Preman, free man, dia itu orang bebas dan tidak mau diatur. Bagi saya, preman di Jakarta ada sebabny, yaitu perut," kata Nara dalam acara debat visi dan misi yang diselenggarakan oleh KPU DKI Jakarta di Grand Melia Hotel Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (17/9/2012).
Nara pun memberi solusi, jika ingin menurunkan angak preman di Jakarta, pemerintah harus siap menyediakan lapangan pekerjaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fauzi Bowo pun menambahkan, dalam jangak 5 tahun mendatang, Pemprov DKI Jakarta akan segera mengembangkan sekitar 500 ribu lapangan pekerjaan bagi warga DKI.
"5 tahun ke depan, kita akan kembangkan suatu kawasan khusus di Marunda, yang kita beri nama Kawasan Ekonomi Khusus Ali Sadikin, yang akan menciptakan 400 sampai 500 ribu lapangan kerja baru. Kita bukan jualan ide, tapi sudah ada tahap financing untuk itu," kata Foke.
"Selain itu, untuk masalah preman, adalah dengan dialog dan interaksi. Inilah resepnya," tambah Foke.
(jor/)











































