"Selama 5 tahun tidak ada konflik horisontal. Ini penting bagaiamana memanage-nya, paling kiri sampai paling kanan, dengan dialog," kata Fauzi Bowo yang merespons pertanyaan sosiolog Imam B Prasojo tentang premanisme dan agen kekerasan yang bisa merusak kehidupan multikultural.
Hal itu disampaikan Foke, panggilan akrab Fauzi Bowo dalam Debat Cagub DKI di Hotel Gran Melia, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (14/9/2012).
Untuk mengatasi premanisme, Foke mengatakan pendekatan pertumbuhan yang pro poor dan pro job. Foke menjelaskan untuk itu 5 tahun ke depan, sudah merencanakan mengembangkan kawasan khusus di Marunda, Kawasan Khusus Ali Sadikin yang akan menyerap lapangan kerja 400-500 ribu lapangan kerja untuk bisa mengurangi premanisme.
"Bukan sekedar jualan ide, mudah-mudahan, dengan ini Insya Allah 5 tahun yang akan datang bisa terwujud," kata dia.
Sementara cawagub Foke, Nachrowi Ramli mengatakan penyebab seseorang menjadi preman adalah kebutuhan 'perut'.
"Premanisme, preman, free man, orang bebas, yang tidak mau diatur. Preman di Jakarta ini ada sebabnya yaitu perut. Jadi kalo atasi preman di Jakarta, berilah pekerjaan, santiaji nilai kehidupan yang santun, Insya allah dapat tertib," kata Nara, panggilan akrab Nachrowi Ramli.
(nwk/van)











































