"Hunian yang ada di kampung kumuh ke depan pembangunan yang tidak dimulai dari Kuningan, Thamrin dan Kota, tetapi dmulai dari kampung sehingga hunian seperti di bantaran Ciliwung akan kita design dengan kampung susun," kata Cagub DKI, Joko Widodo.
Hal itu disampaikan dalam debat kandidat yang digelar KPU DKI Jakarta di Grand Melia Hotel, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (14/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin membuat kampung yang sehat, ada ruang terbuka hijaunya, ada ruang publiknya, ada drainase, punya septic tank, sehigga kampung-kampung kumuh jadi kampung yang sehat," kata Jokowi.
Ia juga menjelaskan, selain kampung susun, di pemukiman seperti di bantaran-bantaran sungai akan dibangun kampung deret. Jokowi mengaku sudah berdialog dengan warga soal rencana pembangunannya yang satu ini.
"Saya sudah dialog dengan warga di kampung-kampung, mreka sudah setuju untuk pembangunan kampung susun ini. Kalau hanya digeser mereka mau, tetapi tidak digusur," ucapnya.
Termasuk di bantaran rel, menurutnya di bantaran rel menjadi selayaknya menjadi pembangunan yang juga sehat dan layak. Soal pembangunan di bantaran rel, jokowi menilai perlu kerjasama dengan PT
KAI.
"Kemudian kanan kiri rel kami juga akan kerjasama dengan PT KAI untuk membangun hunian kampung susun. Juga dengan ruang terbuka hijau, ada drainase, dan ada ruang publiknya," terang wali kota Solo itu.
Nah, Jokowi begitu yakin program ini dapat direaliasasikan, tanpa hambatan yang berarti.
"Anggaran DKI itu kan begitu besar 150 triliun, kalau emang niat program kampung susun ini dapat direalisasikan," papar Jokowi.
(bal/fjp)











































