"Isinya banyak," ucap petugas Gegana yang mengamankan barang tersebut dari rumah yang berlokasi di Jl Teratai 7, RT 02/04, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (14/9/2012).
Usai melakukan penggeledakan, para petugas bergegas meninggalkan lokasi. Tak lupa, mereka kembali memaku pintu nrumah Thorik agar tidak dimasuki orang lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika para petugas meninggalkan lokasi dengan mobilnya yang diparkir di dekat Pasar Buah Stasiun Angke, warga sekitar turut mengikuti mereka. Alhasil jalanan di kawasan tersebut menjadi macet.
Thorik merupakan calon 'pengantin' alias pengebom bunuh diri yang akan meledakkan diri di Mako Brimob Kwitang, Jakarta. Namun kemudian dia menyerahkan diri kepada polisi dengan alasan kangen leluarga.
Pada penggeledahan pertama di rumah Thorik telah ditemukan barang buktinya, namun dinilai perlu diulangi untuk memastikan kondisinya sudah benar-benar aman.
Menurut Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar, Thorik masih satu kelompok dengan Wahyu, Arif dan Yusuf yang menjadi tersangka kasus ledakan di Beji, Depok. Mereka ini bertemu pada awal Mei 2012. Sejauh ini belum diketahui siapa yang menjadi pemimpin di antara mereka.
Saat ini polisi masih mengejar A dan S yang diduga anggota kelompok yang sama. Kepada mereka, diimbau untuk menyerahkan diri ke kepolisian terdekat.
(/nwk)










































