"Apa yang dilakukan KY kita sesalkan karena memang waktunya tidak pas apalagi jika kita kaitkan dengan kunker DPR yang mendapat kritikan tajam dari masyarakat," kata Anggota Badan Pekerja ICW Emerson Yuntho di kantornya, Jalan Kalibata Timur Dalam, Jumat (14/09/2012).
Persoalan akuntabilitas dan transparansi menjadi masalah tersendiri bagi KY agar publik bisa mengontrol perjalanan kunjungan kerja dan studi banding tersebut. Pertanggungjawaban dari KY diperlukan sehingga publik tidak bertanya-tanya berapa dan untuk apa dana tersebut digunakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, tiga anggota KY tersebut adalah Suparman Marzuki, Abbas Said dan Ibrahim. Rencananya, kunjungan akan difokuskan pada lembaga sejenis KY, Mahkamah Agung (MA) setempat, parlemen, lembaga riset dan lembaga donor pembangunan hukum di negara tujuan. Sebelumnya KY juga mengadakan kunjungan serupa ke Belanda, Turki dan Korea Selatan.
(asp/mad)











































