Pantauan detikcom di kediaman Thorik, Jl Teratai 7, RT 02/04, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (14/9/2012), 6 orang dari Tim Gegana B dan 6 orang lainnya dari tim penyelidik Mabes Polri tiba pukul 17.20 WIB. Anggota Tim Gegana ada yang membawa senjata laras panjang, lampu sorot, dan peralatan lainnya.
Tim penyelidik datang tanpa mengenakan pakaian seragam. Seorang di antara mereka membawa kamera SLR.
Begitu datang ke rumah Thorik, para petugas membongkar pintu yang beberapa hari lalu sudah dipaku. Saat ini para petugas sudah berada di dalam rumah.
"Masih ada satu yang diduga bom. Sebelumnya dapat keterangan dari Tim Densus. Densus mengetahui itu kemungkinan dari Thorik," ujar petugas yang berjaga di luar rumah.
Kendati Thorik tidak ikut dalam penggeledahan itu, namun warga masih antusias menunggu penggeledahan selesai. Beberapa orang dari mereka bahkan sibuk memfoto-foto situasi dengan kamera HP.
"Kecewa sih Thorik tidak datang, tapi saya penasaran, makanya ke sini," ucap warga bernama Bendo.
Thorik merupakan calon pengantin yang akan meledakkan diri di Mako Brimob Kwitang, Jakarta. Namun kemudian dia menyerahkan diri kepada polisi dengan alasan kangen leluarga.
Pada penggeledahan pertama di rumah Thorik telah ditemukan barang buktinya, namun dinilai perlu diulangi untuk memastikan kondisinya sudah benar-benar aman.
Menurut Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar, Thorik masih satu kelompok dengan Wahyu, Arif dan Yusuf yang menjadi tersangka kasus ledakan di Beji, Depok. Mereka ini bertemu pada awal Mei 2012. Sejauh ini belum diketahui siapa yang menjadi pemimpin di antara mereka.
Saat ini polisi masih mengejar A dan S yang diduga anggota kelompok yang sama. Kepada mereka, diimbau untuk menyerahkan diri ke kepolisian terdekat.
(/ndr)











































