Tips Agar Anak Terhindar dari Gerakan Radikal

Tips Agar Anak Terhindar dari Gerakan Radikal

Rachmadin Ismail - detikNews
Jumat, 14 Sep 2012 09:57 WIB
Tips Agar Anak Terhindar dari Gerakan Radikal
Jakarta - Berkaca pada kasus teroris Yusuf Rizaldi dkk, peran orang tua dalam proses tobat sang anak cukup penting. Lalu, bagaimana cara agar anak Anda terhindar dari gerakan radikal?

Ahli hipnoterapis yang juga pengamat terorisme, Mardigu WP, menilai orang tua harus memberi batas-batas tersendiri pada anak ketika bergaul. Bila sudah mencium ada pengaruh gerakan radikal, harus segera dijauhkan.

"Gerakan ini selalu berangkat dengan kalimat dari kitab suci, selalu sama," ujar Mardigu saat berbincang lewat telepon, Kamis (14/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doktrin yang kerap diberikan pada anggota baru, kata Mardigu, selalu berhubungan dengan aktivitas jihad dan iming-iming mati syahid. Dua hal itu bakal selalu ditanamkan berulang-ulang hingga sang anak bisa direkrut sebagai 'pengantin'.

"Setelah itu fa'i, ada kalau dosa itu bisa dicuci dengan fa'i," imbuhnya.

"Kalau ada orang seperti itu, jauhi segera. Garansi orangnya itu-itu juga. Jaga jarak dengan mereka. Itu fakta dari interview ratusan orang," terang Mardigu.

Selain itu, Mardigu juga memberi masukan pada pemerintah agar membuat aturan ketat soal kebebasan berbicara. Semua orang bisa berpendapat, namun tidak boleh menyebarkan kebencian.

"Itu berlaku di 165 negara. Tidak boleh pidato atau ceramah kebencian, termasuk provoke orang," tegasnya.

Yusuf Rizaldi, tersangka teroris yang menjadi buron polisi sebelumnya menyerahkan diri. Menurut polisi, dia tobat karena dorongan orang tua. Sebuah fenomena baru di kasus terorisme Indonesia.

(mad/)


Berita Terkait