Fahmi: Desak Saya Mundur, Silakan Sampaikan di Pleno

Fahmi: Desak Saya Mundur, Silakan Sampaikan di Pleno

- detikNews
Kamis, 02 Sep 2004 17:31 WIB
Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar Fahmi Idris berkomentar soal desakan mundur yang ditujukan kepada dirinya. Dia oke-oke saja, tapi seharusnya dilakukan secara demokratis. Forum untuk menyampaikan desakan itu harus melalui pleno. "Saya siap saja, asal diproses secara demokratis bukan ditembak di jalanan. Yang demokratis harus dibahas melalui pleno, bukan di jalan (demo), masa begitu. Organisasi ini organisasi besar," ujar Fahmi usai acara Solidaritas Politisi Terhadap Kriminalisasi Pers di Yayasan Harkat Bangsa, Jl. Proklamasi, Jakarta, Kamis (2/9/2004).Fahmi menegaskan, Forum Pembaharuan Partai Golkar tidak ada kaitan dengan dukung-mendukung capres tertentu. Forum itu akan digunakan untuk membicarakanpersolan-persoalan penting di tubuh Partai Golkar. "Hal pertama adalah berpikir bagaimana kalau Mega kalah. Sebab dalam pemilu nanti ada yang kalah dan ada yang menang. Ini harus dipikirkan. Jangan sampaifrustrasi, jangan sampai marah-marah. Jadi harus dirancang sikap yang elok," katanya. Tujuannya, lanjut dia, agar partai tetap maju, moderen, dan beretika. "Ini belum pernah dipikirkan oleh siapa pun juga. Saya mengundang untuk dudukmembicarakan masalah ini," lanjutnya.Menurut Fahmi, yang juga perlu dipikirkan adalah regenerasi di tubuh Partai Beringin. Hal itu perlu dirumuskan dengan baik. Misalnya, ketum Partai Golkarmendatang harus berusia di bawah 50 tahun. "Mengapa begitu? Agar capres berusia 50 tahun ke bawah. Bung Karno menjadi presiden umurnya 44 tahun. Soeharto waktu jadi presiden 47 tahun. Cuma kemarinyang memerintah sebentar itu di atas 50 tahun. Seyogyanya presiden di masa mendatang di bawah 50 tahun," demikian Fahmi. (asy/)


Berita Terkait