Puluhan Monyet Serang Warung di Pinggiran Semarang

Puluhan Monyet Serang Warung di Pinggiran Semarang

- detikNews
Kamis, 13 Sep 2012 17:07 WIB
Puluhan Monyet Serang Warung di Pinggiran Semarang
Foto: angling adhitya p/detikcom
Semarang - Tidak hanya manusia yang merasa gerah akibat cuaca panas musim kemarau, tapi juga monyet di kawasan wisata Goa Kreo Semarang. Akibatnya puluhan monyet naik dari bukit dan mencari makan dengan mengobrak-abrik warung milik pedagang sekitar.

Sarminah (51), salah satu pedagang di sana hanya bisa menghela napas mendapati genteng warungnya berantakan. Genteng yang sudah tidak pada posisinya itu disebabkan oleh kawanan monyet yang berusaha mencari makan ke dalam warung milik Sarminah.

"Kali ini hanya genteng yang diubah posisinya, belum sampai masuk. Tapi sebelumnya kawanan monyet berhasil masuk dan mengobrak-abrik warung saya," terang Sarminah sambil menunjukkan genteng warungnya yang berlobang di kawasan wisata Goa Kreo, Kecamatan Gunung Pati, Semarang, Kamis (13/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, warung milik Sarminah dan sembilan pedagang lainnya sempat diobrak-abrik oleh puluhan monyet. Di dalam warungnya, lanjut Sarminah, mamalia tersebut menghabiskan makanan dan minuman. Mereka berpesta di dalam warung.

"Waktu saya masuk sudah acak-acakan semua. Makanan sudah sebagian besar dimakan, minuman hampir habis termasuk yang ada di dalam botol plastik karena mereka bisa membukanya. Yang selamat tinggal minuman dalam botol kaca," tutur Sarminah.

Dari pengalaman Sarminah yang sudah berdagang selama puluhan tahun di Goa Kreo, setiap musim kemarau monyet-monyet yang berada di bawah bukit akan naik ke atas dan berusaha mencari makan meskipun sudah mendapat jatah dari pengelola dan pekerja proyek di sekitar tempat wisata.

"Kalau kemarau, pohon-pohon dibawah jadi kering dan rontok, makanya mereka naik keatas," ujarnya.

Akibat ulah monyet-monyet tersebut, 10 warung yang berdiri berjejeran tersebut sudah tidak memiliki jumlah genting yang utuh. Bahkan salah satu warung sebagian besar gentingnya sudah raib.

Untuk mengantisipasi serangan monyet-monyet, para pedagang melengkapi diri dengan senjata. Bukan senjata api atau tajam, melainkan ketapel.

"Biasanya monyet-monyet mulai berdatangan antara jam enam-tujuh ketika warung masih kosong. Tapi kita tetap membekali diri dengan ketapel untuk melawan," imbuh Sarminah.

Meskipun mendapat serangan dari monyet saat musim kemarau, para pedagang di Goa Kreo tetap memilih bertahan berdagang di kawasan wisata yang terletak di Dukuh Talun Kacang, Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati tersebut.

"Ya mau bagaimana lagi, kami mencari rejeki bareng sama kera," tutup Sarminah.


(alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads