Hebat! Arek Malang Ini Berhasil Temukan Gen Kunci Ketahanan Tomat

Laporan dari Wageningen

Hebat! Arek Malang Ini Berhasil Temukan Gen Kunci Ketahanan Tomat

Eddi Santosa - detikNews
Kamis, 13 Sep 2012 16:27 WIB
Hebat! Arek Malang Ini Berhasil Temukan Gen Kunci Ketahanan Tomat
dok. pribadi
Wageningen -

Kabar baik bagi petani. Temuan ini menjadikan tanaman tahan terhadap kutu kebul (Bemisia tabaci Genn). Jenis kutu ini paling ditakuti oleh petani tomat dan cabe karena menularkan banyak jenis virus.

"Kultivar ini tentu sangat penting karena diharapkan bisa mengendalikan virus terkait kutu kebul dan mengurangi penggunaan pestisida yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan, sehingga biaya produksi petani juga lebih irit," ujar Firdaus di Wageningen kepada detikcom, Kamis (13/9/2012).

Firdaus telah mempertahankan disertasinya, Identification of Whitefly Resistance in Tomato and Hot Pepper (Identifikasi Ketahanan Kutu Kebul dalam Tomat dan Cabe, red) dalam sidang terbuka di Universitas Wageningen sehari sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arek Malang ini dan kolega dari departemennya serta perusahaan yang terlibat berharap bahwa varitas baru tahan terhadap kutu kebul itu sudah dapat dilepas ke pasar dalam waktu dua tahun ke depan.

"Apalagi kerjasama dengan perusahaan benih telah memungkinkan untuk memindahkan gen yang berkaitan," jelas Firdaus.

Melalui penelitian PhD-nya, Firdaus bersama tim peneliti di Departemen Pembiakan Tanaman Universitas Wageningen (WUR), Belanda, berhasil menemukan sebuah gen ketahanan tomat terhadap kutu kebul pada kerabat liar tanaman tomat dari kepulauan Galapagos.

Menurut Firdaus, gen ini memiliki pengaruh kuat sebagaimana pada induknya yang tahan. Hasil ini sangat penting karena mematahkan anggapan banyak orang termasuk sebagian besar peneliti akan banyaknya gen yang terlibat dalam ketahanan sehingga sulit dipindahkan ke tanaman tomat komersial.

Dalam usahanya, Firdaus memesan berbagai aksesi tomat dari berbagai bank benih ternama di dunia.

Dia melakukan uji ketahanan setiap aksesi tersebut di Universitas Wageningen-Belanda, East West Seed Indonesia (EWSI), Purwakarta, serta perusahaan sejenis di Thailand dan Cina dan menemukan sebuah akesi tomat yang sangat tahan dan melanjutkannya dengan investigasi genetik.

Dengan menggunakan teknologi penanda DNA, Firdaus berhasil menemukan 2 lokasi di genom tomat terkait dengan ketahanan. Dalam investigasi lebih lanjut dia menemukan bahwa hanya satu gen di kromosom nomor 2 sudah cukup membuat tanaman tomat tahan terhadap kutu kebul.

(es/es)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads