Menurut Seketaris Gerindra, Edi Prabowo, hal tersebut bukanlah bentuk pencitraan partai. Gerindra menganggap kunker belum prioritas.
"Melarang kunker ke luar negeri bukan pencitraan," kata Edi Prabowo, dalam diskusi 'Moratorium Kunker ke Luar Negeri: Basa-Basi Politik?' di press room Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/9/2012).
Ada banyak cara yang bisa dilakukan jika anggota DPR hanya untuk sekadar mencari informasi tambahan atau studi banding. Dibanding berbondong-bondong datang, anggota DRP lebih baik mengirim tenaga ahli saja.
"Studi banding yang dilakukan DPR kan tidak lama hanya 6 hari kerja," ujar Edi.
Ia berharap sikap partainya ini jangan dipandang sebagai bentuk pencitraan. Gerindra, lanjut Edi, merupakan partai terakhir yang harus melakukan cara dengan berbeda.
"Kami serius, kami kan partai terakhir. Kami merasa harus lebih berbeda, nyata keliatan jadi nggak perlu berkampanye," tutur Edi.
(spt/mok)











































