Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Raden Heru Prakoso menyebutkan, berdasarkan keterangan Yusuf, saat ledakan terjadi dia sedang mengobati seorang pasien di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Pusat. Yusuf yang juga punya alias Abu Totok, memiliki keahlian pengobatan bekam.
"Dari pasiennya, dia tahu ada ledakan di Jl. Nusantara Raya, Beji, Depok, yang merupakan rumah kontrakannya. Dia pun permisi, buru-buru pergi," tukas Raden Heru Prakoso di Markas Polda Sumut, Jl. Medan - Tanjung Morawa, Medan.
Dari Kebon Jeruk, Yusuf pergi ke kawasan Daan Mogot, kemudian lanjut menuju Serpong, Tangerang. Dari sini, ia naik bus menuju Cikokol seterusnya menuju Merak, Banten, kemudian menyeberang ke Bakauheni, Lampung.
Dari Lampung, Yusuf naik bus menuju Pekan Baru, Riau. Kemudian menyambung bus lagi menuju Medan. Seterusnya dia ke Terminal Terpadu Pinang Baris, Medan, dia naik angkutan menuju rumah orang tuanya di Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat.
Kepada polisi, Yusuf mengaku baru tiba di Langkat, Rabu (12/9/2012), tetapi informasi ini diragukan. Polisi menduga dia sudah berada di Langkat sejak Senin (10/9/2012). Polisi mengaku sudah mengendus keberadaan Yusuf, namun tersangka lebih dahulu menyerahkan diri.
(rul/trw)











































