Menko Polhukam Djoko Suyanto berpendapat langkah Yusuf Rizaldi, pelaku bom Depok, yang menyerahkan diri membuktikan Densus, BNPT, dan intelijen tidak berdiam diri. Keterlibatan Yusuf terus diselidiki.
Menurut Djoko, penangkapan para teroris bisa terjadi di mana saja, termasuk Yusuf yang menyerahkan diri di Polres Langkat, Sumatera Utara.
"Berati kan sudah melalui proses. Saya sudah sampaikan dari dulu-dulu, Densus, kemudian BNPT dan aparat intelijen itu kan tidak pernah diam sehingga mereka selalu dipantau, diikuti, diselidiki. Oleh karena itu, jaringan itu kalau baru terungkap sekarang hasil dari itu tadi," papar Djoko di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (13/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya jangan tanya saya. Itu kan nanti masih diselidiki ya," ujar Djoko.
Yusuf menyerahkan diri ke Polres Langkat, Sumatera Utara (Sumut) pada Rabu 12 September sekitar pukul 15.00 WIB. Ia menyerahkan diri karena takut ditangkap Densus 88 Antiteror. Ia akan diterbangkan dari Medan ke Jakarta.
Yusuf sebelumnya melarikan diri setelah bom meledak di Depok pada Sabtu 8 September. Bom itu akhirnya menewaskan Anwar karena luka-luka yang dideritanya.
(/)











































