Lestarikan Budaya Korup, Seniman Ruwat Anggota DPRD Jateng
Kamis, 02 Sep 2004 12:10 WIB
Semarang - Sehari sebelum pelantikan anggota DPRD Jateng, sejumlah seniman Semarang menggelar pentas ruwatan sebagai ucapan selamat kepada wakil rakyat yang akan memasuki dunia baru yakni, dunia korupsi dan manipulasi. Ruwatan juga merupakan upaya melestarikan budaya korupsi di dunia birokrasi, sebuah sindiran ala seniman.Aksi ruwatan itu dilakukan pada pukul 09.30 WIB di halaman Kantor DPRD Jateng, Jl. Pahlawan Semarang, Kamis (2/09/2004). Mereka membawa dan menempelkan kain putih bertuliskan Ritual Pembusukan Nurani Wakil Rakyat di salah satu pagar kawat sekitar lokasi aksi.Sebagaimana laiknya upacara ritual, seniman-seniman yang berasal dari Teater Gema IKIP PGRI Semarang ini menggunakan dupa, kembang telon, dan kendi air. Selain itu, mereka juga membawa alat musik sebagai pengiring.Ketika aksi dimulai, seorang menghadap dupa, seorang lagi menabur-naburkan bunga ke empat penjuru mata angin, dan sepasang penari meliuk-liuk. Kedua penari itu memerankan gerakan tarik-menarik selama beberapa saat.Dengan gerakan simbolis itu, seniman Semarang ingin mengatakan kelemahan wakil rakyat dalam menahan godaan untuk melakukan praktik menyeleweng. Akibatnya, wakil rakyat banyak yang melakukan korupsi berjamaah."Kami bersumpah akan menempati ruang ini selamanya. Kamilah penghuni sah atas gedung ini," ucap kedua penari ketika pentas hendak berakhir.Seusai pentas, salah satu seniman, Fury, mengatakan, pelantikan anggota DPRD hanyalah sebuah noktah kecil dari hiruk pikuk kebudayaan. Artinya, hal itu cuma sebagai rutinitas yang menegaskan perilaku busuk."Perilaku itu ditunjukkan dalam penyimpangan dana rakyat melalui dana mobilitas, purna bhakti, bantuan operasional parpol, dan sebagainya," katanya.Pentas para seniman ini sempat menarik perhatian pegawai Pemprov Jateng. Beberapa dari mereka memalingkan muka ketika mengetahui ada pentas seni. Tak jauh dari lokasi aksi, puluhan polisi terlihat menjaga ruang pelantikan. Pentas berakhir pada pukul 10.00 WIB.
(nrl/)











































