"Sekarang jenaah Anwar sudah dipindah ke ruang pendingin," ujar Kabid Pelayanan Dokpol RS Polri Kramatjati, Ibnu Hajar, di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (12/9/2012).
Ibnu membenarkan Anwar meninggal pukul 15.35 WIB sore tadi. Penyebab kematian Anwar karena luka bakar hingga 70% sehingga mengakibatkan kerusakan multi kompleks pada organ-organ tubuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun meninggal pukul 15.35 WIB, Ibnu mengatakan Anwar baru benar-benar dinyatakan meninggal 2 jam kemudian. Karena sejak dinyatakan meninggal, jenazah Anwar tetap berada di ruang ICU dan belum dipindah.
"Jenazah mati secara biologis. Diharapkan masih bisa hidup, gerak-gerak bisa hidup lagi. Sampai dipastikan benar-benar meninggal adalah 2 jam. Seperti kita menghidupkan motor, itu sampai benar-benar panas, itu 2 jam. Setelah 2 jam itu, baru jenazah dinyatakan meninggal. Dan sekarang sudah dipindah ke ruang pendingin," katanya.
Sebelumnya, polisi menduga korban ledakan yang dirawat di RS Polri adalah Yusuf. Namun hasil tes DNA membuktikan negatif. Polisi masih menyebut pria yang tewas itu Mr x, meskipun beberapa sumber menyebutkan pria itu adalah Anwar. Hal itu juga berdasarkan keterangan Thorik yang sudah ditahan.
Karo Penmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar juga mengatakan dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ledakan bom, di Jl Nusantara No 63, Beji, Depok, ditemukan KTP inisial W.
Dalam identitas tersebut disebutkan bila W berdomisili di Jawa Tengah. Namun Boy masih menyembunyikan domisili W tersebut.
"Kalau menurut Thorik saat ditunjukan KTP W itu adalah Anwar," kata Boy, di Jakarta, Rabu (12/9).
(rmd/ndr)











































