"Bahwa yang bersangkutan memang benar dari hasil pemeriksaan DNA sudah match dengan ibunya dan bapaknya. Bahwa yang meninggal Anwar atau kalau rekan-rekan ketahui Wayhu," ujar Kabid Pelayanan Dokpol RS Polri Kramatjati, Ibnu Hajar, di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (12/9/2012).
Ibnu menjelaskan hasil tes DNA tersebut menunjukkan Anwar merupakan anak biologis dari pasangan Jatmiko dan Wariyem. Pihak keluarga, kata Ibnu, juga sudah dihubungi.
"Sekarang menunggu saja kedatangan dari orang tuanya. Kalau tidak malam ini, besok," ujar Ibnu.
Sebelumnya, polisi menduga korban ledakan yang dirawat di RS Polri adalah Yusuf. Namun hasil tes DNA membuktikan negatif. Polisi masih menyebut pria yang tewas itu Mr x, meskipun beberapa sumber menyebutkan pria itu adalah Anwar. Hal itu juga berdasarkan keterangan Thorik yang sudah ditahan.
Karo Penmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar juga mengatakan dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ledakan bom, di Jl Nusantara No 63, Beji, Depok, ditemukan KTP inisial W.
Dalam identitas tersebut disebutkan bila W berdomisili di Jawa Tengah. Namun Boy masih menyembunyikan domisili W tersebut.
"Kalau menurut Thorik saat ditunjukan KTP W itu adalah Anwar," kata Boy, di Jakarta, Rabu (12/9).
(rmd/)











































