FPDIP DKI: Penerbitan Jamkesda Dibumbui Paksaan Pilih Foke-Nara

FPDIP DKI: Penerbitan Jamkesda Dibumbui Paksaan Pilih Foke-Nara

Rina Atriana - detikNews
Rabu, 12 Sep 2012 17:47 WIB
Jakarta - Fraksi PDIP menilai Program kartu Jamkesda Pemprov DKI Jakarta dimanfaatkan oleh salah satu pasangan cagub dan cawagub pilgub DKI Jakarta. Untuk itu, FPDIP mengungkapkan beberapa bukti penyimpangan tersebut.

"Terdapat intimidasi ke warga karena di sebagian wilayah lingkungan dibumbui paksaan untuk memilih cagub cawagub tertentu, yaitu pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli," ungkap Ketua FPDIP DPRD DKI Jakarta, Syahrial, saat jumpa pers di Gedung DPRD DKI Jakarta Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2012).

Syahrial juga memaparkan di daerah mana saja penyimpangan tersebut terjadi. "Di antaranya terjadi di RW 03, RW 011, RW 012, RW 16 Kelurahan Kapuk Cengkareng; Kelurahan Tugu Selatan Koja; RW 05 Kelurahan Makasar, RW 07,RW 10 Kelurahan Palmerah; RW 04, Kelurahan Jatinegara-Cakung; dan RW 07 Kelurahan Cipinang Besar Utara," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, program Jamkesda ini dinilai tidak transparan. Sementara orang-orang yang aktif dalam program ini adalah mereka yang mengatasnamakan partai.

"Puskesmas tidak terlihat berperan aktif, dan terkesan yang berperan adalah kelompok orang yang mengatasnamakan partai," tutur Syahrial.

Di kesempatan yang sama, anggota Komisi E FPDIP, Merry Hotman menambahkan pihaknya tidak memperoleh penjelasan mengenai program Jamkesda ini dari Pemprov DKI. Ia juga menyayangkan lambatnya eksekusi program ini.

"Tiba-tiba saja keluar. Padahal kami sudah sangat merindukan adanya Jamkesda ini. Anggaran sudah ada sejak 2010. Kenapa baru dikeluarkan sekarang?" ujarnya.

(/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini