"Terdapat intimidasi ke warga karena di sebagian wilayah lingkungan dibumbui paksaan untuk memilih cagub cawagub tertentu, yaitu pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli," ungkap Ketua FPDIP DPRD DKI Jakarta, Syahrial, saat jumpa pers di Gedung DPRD DKI Jakarta Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2012).
Syahrial juga memaparkan di daerah mana saja penyimpangan tersebut terjadi. "Di antaranya terjadi di RW 03, RW 011, RW 012, RW 16 Kelurahan Kapuk Cengkareng; Kelurahan Tugu Selatan Koja; RW 05 Kelurahan Makasar, RW 07,RW 10 Kelurahan Palmerah; RW 04, Kelurahan Jatinegara-Cakung; dan RW 07 Kelurahan Cipinang Besar Utara," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Puskesmas tidak terlihat berperan aktif, dan terkesan yang berperan adalah kelompok orang yang mengatasnamakan partai," tutur Syahrial.
Di kesempatan yang sama, anggota Komisi E FPDIP, Merry Hotman menambahkan pihaknya tidak memperoleh penjelasan mengenai program Jamkesda ini dari Pemprov DKI. Ia juga menyayangkan lambatnya eksekusi program ini.
"Tiba-tiba saja keluar. Padahal kami sudah sangat merindukan adanya Jamkesda ini. Anggaran sudah ada sejak 2010. Kenapa baru dikeluarkan sekarang?" ujarnya.
(/)










































