Perwira Korem Mataram Tembak Kepala Sendiri di Kantor

Perwira Korem Mataram Tembak Kepala Sendiri di Kantor

Kusmayadi - detikNews
Rabu, 12 Sep 2012 15:37 WIB
Perwira Korem Mataram Tembak Kepala Sendiri di Kantor
Ilustrasi/detikcom
Mataram -

Perwira Pemegang Kas Korem 162/Wirabhakti Mayor Marpaung ditemukan tewas dengan kepala tertembus peluru di ruang kerjanya di Makorem 162/WB, Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram. Marpaung tewas setelah menembak kepalanya sendiri dengan pistol.

Danrem 162/WB Kolonel Inf. Zulfardi Junin pada wartawan di Mataram, Rabu (12/09/2012) mengatakan, bawahannya itu ditemukan tewas saat sedang lembur tadi malam.

"Kejadiannya tadi malam pukul 21.15 WITA. Almarhum memang sedang lembur. Ia masuk ruang kerjanya dan mengunci pintu. Lalu anggota mendengar suara letusan senjata. Kita periksa, namun pintu terkunci, dan akhirnya pintu kita dobrak," kata Zulfardi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah pintu didobrak, Marpaung ditemukan tergeletak bersimbah darah dalam kondisi tak bernyawa. Zulfardi mengatakan lelaki dengan dua anak itu menembak kepalanya dengan pistolnya sendiri.

Zulfardi memastikan kematian Marpaung karena masalah pribadi. Selasa sore, Zulfardi mengaku ia masih sempat olahraga lari bersama di kompleks perumahan perwira TNI AD di Gebang, Cakranegara, Kota Mataram.

"Sebetulnya sore saat lari bersama, dia sehat-sehat saja. Latar belakangnya tidak ada masalah lain-lain. Tapi masalah pribadi saja. Selama ini dia sakit dan sering mengeluhkan penyakitnya itu. Kadang-kadang dia sampai nangis kalau lagi kumat," kata Zulfardi. Ia tak merinci penyakit apa yang diderita Marpaung.

Ia menjelaskan, sebagai Perwira Pemegang Kas, Zulfardi memang dibekali senjata, seperti halnya beberapa petinggi di Korem 162/WB. Dan Marpaung menembak diri dengan senjata itu.

Pada Rabu dinihari pukul 00.30 WITA, jenazah Marpaung dibawa ke Rumah Sakit TNI AD di Mataram untuk diperiksa. Keluarga juga diminta menyaksikan dari dekat jenazah dan telah ikhlas menerima. Sebelumnya jenazah juga lebih dulu diperiksa POM TNI AD.

Pada pukul 01.00 WITA, jenazah lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Provinsi NTB. Di sana jenazah dikremasi. Dua jam berikutnya jenazah dibawa ambulans milik TNI AD menuju Denpasar, Bali, sebelum diterbangkan menuju Medan, Sumatera Utara, kampung halaman Marpaung, Rabu siang.

Marpaung kata Zulfardi meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang saat ini masih duduk di bangku SMP dan SMA.

(trw/trw)


Berita Terkait