"Perencanaan mereka ini paling tidak minimal sudah enam bulan," kata Karo Penmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta, Rabu (12/9/2012).
Indikasi keterlibatan W atau Anwar itu, jelas Boy, didapatkan dari keterangan keluarga yang disampaikan kepada penyidik Polri. Pria asal Jawa Tengah itu sudah meninggalkan rumah beberapa bulan ke belakangan.
"Menurut informasi yang kita terima saudara W dalam keadaan kritis itu sudah meninggalkan rumah sekitar lima-enam bulan lalu," papar Boy.
Menurut Boy, kelompok perakit bom di Beji dan Tambora tergolong baru belajar merakit bom. Namun, bila dibandingan dengan Thorik, Anwar dinilai paling piawai dalam merakit bom.
"Mereka memiliki kemampuan baru proses belajar. Dugaan kuat kita adalah Mr X memiliki kemampuan lebih dalam merangkai daripada Thorik," jelas Boy.
Thorik sendiri membenarkan W yang dirawat di RS polri adalah Anwar. Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ledakan bom, di Jl Nusantara No 63, Beji, Depok, ditemukan KTP inisial W. Dalam identitas tersebut disebutkan bila W berdomisili di Jawa Tengah.
(ahy/ega)











































