"Pulau Morotai salah satu negeri yang tadinya desa kecamatan, ditunjuk menjadi tuan rumah sebuah tantang besar Maluku Utara khususnya, tentunya Indonesia. Apakah kita bisa melakukan sebuah event internasional di desa kecil, semoga menjadi tanggung jawab kita bersama," ujar Wakil Gubernur, Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba dalam sambutan di seminar internasional dengan tema 'Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia Menuju Industrialisasi Kelautan dan Perikanan Berkelanjutan', di Ternate, Maluku Utara, Rabu (12/9/2012).
Abdul menuturkan keberadaan Indonesia di pusat, sebagai gravitasi ekonomi global kawasan asia timur dan utara. Hal tersebut mengharuskan Indonesia mempersiapkan diri lebih baik lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan Gellywnn Jusuf menjelaskan. Blue Economy merupakan konsep baru pembangunan berkelanjutan sehingga dapat mendukung pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan secara berkelanjutan. Dirinya menilai orientasi kebijakan dan keseimbangan antara pembangunan berbasis daratan dan kelautan perlu mendapat dukungan ilmu pengetahuan namun tidak merusak lingkungan.
"Penerapan konsepsi blue economy secara utuh dapat memainkan peranan penting, sehingga dampak bencana dapat benar-benar diminimalkan," jelasnya.
Gellwynn mengatakan Maluku Utara merupakan salah satu provinsi yang didorong untuk menerapkan prinsip-prinsip dalam mengembangkan kawasan konservasi sumber daya laut dan wisata bahari. "Provinsi Maluku Utara secara konsisten dalam mengelola sumber daya alam secara efisien, rendah emisi karbon dan limbah (zero waste)," tandasnya.
(edo/ega)










































