Jadi Tuan Rumah Sail Morotai, Wagub Malut: Ini Tantangan Besar

Jadi Tuan Rumah Sail Morotai, Wagub Malut: Ini Tantangan Besar

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Rabu, 12 Sep 2012 14:44 WIB
Jadi Tuan Rumah Sail Morotai, Wagub Malut: Ini Tantangan Besar
Ternate, - Wakil Gubernur, Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba menyambut baik adanya event internasional Sail Morotai 2012. Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendukung penuh demi terwujudnya industri kelautan perikanan.

"Pulau Morotai salah satu negeri yang tadinya desa kecamatan, ditunjuk menjadi tuan rumah sebuah tantang besar Maluku Utara khususnya, tentunya Indonesia. Apakah kita bisa melakukan sebuah event internasional di desa kecil, semoga menjadi tanggung jawab kita bersama," ujar Wakil Gubernur, Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba dalam sambutan di seminar internasional dengan tema 'Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia Menuju Industrialisasi Kelautan dan Perikanan Berkelanjutan', di Ternate, Maluku Utara, Rabu (12/9/2012).

Abdul menuturkan keberadaan Indonesia di pusat, sebagai gravitasi ekonomi global kawasan asia timur dan utara. Hal tersebut mengharuskan Indonesia mempersiapkan diri lebih baik lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk mempercepat terwujudnya negara maju, secara merata oleh seluruh masyarakat.Sebagai upaya penting menganalisis sejauh mana blue ekonomi khususnya kelautan koridor pembangunan, MP3EI (Master Plan Percepatan Petumbuhan Ekonomi Indonesia),"

Sementara itu Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan Gellywnn Jusuf menjelaskan. Blue Economy merupakan konsep baru pembangunan berkelanjutan sehingga dapat mendukung pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan secara berkelanjutan. Dirinya menilai orientasi kebijakan dan keseimbangan antara pembangunan berbasis daratan dan kelautan perlu mendapat dukungan ilmu pengetahuan namun tidak merusak lingkungan.

"Penerapan konsepsi blue economy secara utuh dapat memainkan peranan penting, sehingga dampak bencana dapat benar-benar diminimalkan," jelasnya.

Gellwynn mengatakan Maluku Utara merupakan salah satu provinsi yang didorong untuk menerapkan prinsip-prinsip dalam mengembangkan kawasan konservasi sumber daya laut dan wisata bahari. "Provinsi Maluku Utara secara konsisten dalam mengelola sumber daya alam secara efisien, rendah emisi karbon dan limbah (zero waste)," tandasnya.

(edo/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini