Antisipasi Teror Bom di TPS Pilkada DKI Putaran Kedua, Gegana Disiagakan

Antisipasi Teror Bom di TPS Pilkada DKI Putaran Kedua, Gegana Disiagakan

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 12 Sep 2012 11:45 WIB
Antisipasi Teror Bom di TPS Pilkada DKI Putaran Kedua, Gegana Disiagakan
Jakarta - Maraknya aksi terorisme yang mengguncang wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya menjadi kewaspadaan polisi dalam rangka Pilkada putaran kedua yang akan datang. Tim Gegana pun disiagakan untuk mengantisipasi adanya teror bom di TPS (Tempat Pemungutan Suara).

"Kita antisipasi berbagai ancaman di TPS-TPS, termasuk kemungkinan itu (teror bom)," kata Wakapolda Metro Jaya Brigadir Jenderal Suhardi Alius kepada detikcom, Rabu (12/92012).

Guna mengantisipasi teror bom itu, kepolisian akan menyiagakan pasukan Brimob. Satu pleton anggota dari Detasemen Gegana disiapkan di lokasi yang dekat dengan TPS rawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga sewaktu-waktu ada ancaman, kita bisa segera datang ke lokasi," katanya.

Suhardi mengatakan, pihaknya akan bergerak cepat mengantisipasi setiap ancaman yang datang. Pihaknya juga akan menyiagakan pasukan elit Detasemen Khusus Antiteror untuk mengantisipasi ancaman bom.

"Kita akan bergerak cepat, Densus kita tempatkan di belakang kita," ujarnya.

Kendati dari beberapa ancaman bom itu tidak terbukti, Suhardi menegaskan bahwa pihaknya akan tetap serius menghadapi ancaman teror tersebut.

"Meski tidak terbukti, kita tetap menyeriusinya. Karena terorisme ini kan mind set, sehingga perlu antisipasi segera," katanya.

Sebagai upaya antisipasi terorisme menjelang Pilkada DKI ini, Polda Metro Jaya juga mengumpulkan Walikota dan Wakil Walikota untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menciptakan situasi aman, tertib dan tenteram.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan di lingkungan masing-masing bila ada pendatang baru atau pun aktivitas dari pendatang baru tersebut.

"Contohnya seperti yayasan di Beji, Depok itu sudah satu bulan lebih kok tidak ada yang lapor. Untuk itu kita meminta agar pemkot lebih meningkatkan Babinkamtibmas," katanya.

Suhardi melanjutkan, peraturan dari pemerintah kota yang lebih dekat dengan masyarakat akan lebih didengar oleh masyarakatnya sedniri.

"Kalau peraturan dari walikota kan lebih cepat ditanggapi masyarakatnya," ujarnya.

Dalam rangka Pilkada DKI putaran kedua ini, Polda Metro Jaya menggelar apel kesiapan pasukan. Sebanyak 16.600 pasukan gabungan diturunkan untuk mengamankan jalanya pesat demokrasi itu.

Selain itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Rajab beberapa waktu lalu telah mengumpulkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur serta tim suksesnya.

"Kapolda sudah panggil cagub dan cawagub serta tim suksesnya agar para calon dan tim suksesnya juga menciptakan situasi yang kondusif dalam pilkada ini," terangnya.

(mei/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini