Program TMMD ke-89, TNI Digandeng untuk Bina Petani Tambak

Program TMMD ke-89, TNI Digandeng untuk Bina Petani Tambak

- detikNews
Rabu, 12 Sep 2012 10:45 WIB
Jakarta - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) pada 2012 ini memasuki kegiatan ke-89. Sejumlah kegiatan akan dilakukan oleh TNI bekerja sama dengan instansi lainnya, antara lain dengan membina para petani tambak.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo, menegaskan pihaknya akan turut membantu menyukseskan program TMMD. Sebab KKP tidak hanya bertanggung jawab kegiatan nelayan di laut saja, tetapi juga petani tambak dan petani darat.

"Tambak itu dari air payau dan air tawar, jadi kami akan membina petani-petani tambak maupun petani darat. Kita akan mencoba mengentaskan kemiskinan secara operasional kita punya tanggung jawab penuh untuk itu," jelas Sharif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menerangkan, penyuluh yang berasal dari SMK atau SMA perikanan akan diterjunkan. TNI AD digandeng untuk membantu maupun untuk menjadi pengawas. Tujuan KKP adalah membuat bisnis petani tambak bekerja lagi dan mempunyai penghasilan yang lebih.

"Sejauh ini target utamanya di Pantura, Jawa. Pantura selain paling banyak memiliki pertanian tambak, juga merupakan kantung kemiskinan. Jadi diharapkan TNI AD bisa memberikan keamanan di sana," sambung Sharif.

Menurut dia, pembangunan desa pesisir dan peningkatan kehidupan nelayan memiliki nilai strategis dalam pembentukan semangat kebangsaan dan jiwa nasionalisme mayarakat. Karena itu, fokus pelaksanaan program TMMD adalah wilayah desa pesisir nusantara.

Disampaikan KSAD, Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, sasaran TMMD ke-89 tahun 2012 terdiri atas sasaran fisik dan nonfisik. Sasaran fisik terdiri dari pembangunan dan rehabilitasi rumah tinggal sebanyak 133 unit

"Pembangunan dan rehabilitasi jalan sepanjang 136.442 meter, 57 jembatan, 77 rumah ibadah," kata Pramono dalam keterangannya di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2012).

Selain itu, akan dibangun dan direhabilitasi 10 sekolah, serta peningkatan sarana prasarana wilayah pedesaan lain berupa infrastruktur, fasilitas umum, dan sosial. Selain itu disasar pula pembangunan nonfisik yaitu peningkatan kesadaran berbangsa dan bernegara, kesadaran bela negara, penegakan hukum, disiplin nasional, serta pengetahuan lainnya yang dibutuhkan masyarakat pedesaan.

Pramono menegaskan daerah perbatasan juga menjadi daerah yang menjadi perhatian. Di mana tiap tahun TMMD juga dilakukan di daerah perbatasan.

"Kita juga membuat daerah perbatasan sebagai perhatian kita. Diharapkan bisa menciptakan masyarakat damai dan sejahtera, sesuai temanya," harap dia.

Untuk mensukseskan program tersebut, 61 satuan setingkat kompi (SSK) akan diperbantukan. Selain itu masyarakat sekitar juga dilibatkan untuk membangun daerah tertinggal.

"Jadi kalau misalkan ditanya perbatasan termasuk fokus kita atau tidak, iya. Di Kalimantan Timur ada TMMD skala besar," ucap Pramono.

(vit/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads