"5-7 Itu idealnya. Faktanya memang masih sangat besar, setidaknya 34 parpol yang tersisa itu masih jauh dari ideal," kata Ketua DPP Golkar, Hajriyanto Y Tohari, kepada detikcom, Rabu (12/9/2012).
Harapan agar Pemilu di Indonesia hanya diikuti 2 atau 3 parpol agaknya masih jauh. Kondisi di Indonesia yang sangat pluralis tidak memungkinkan hanya diakomodir oleh dua parpol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hajri, adalah fakta ada banyak golongan di Indonesia, ada golongan nasionalis, golongan Islam, golongan sosialisme kebangsaan, golongan tradisionalis konservatif hingga golongan bebas. Setiap golongan tersebut dengan aliran politiknya masing-masing.
"Masing-masing itu perlu akomodasi politik dalam bentuk parpol. Pikiran untuk membentuk hanya dua parpol, misalnya partai golongan liberal dan partai golongan konservatif saja, menurut saya terlalu utopis dan tidak berpijak pada kenyataan riil di lapangan. Cukup ideal 5 sampai maksimal 7 parpol saja," tandasnya.
(van/mok)











































