Kebakaran diduga akibat percikan api yang menyambar tabung gas ketika dalam pengerjaan pengelasan lantai di ruang komando dek tiga, kapal milik PT Karya Bahari Lines.
Cuaca yang panas serta angin yang berhembus kencang, membuat api dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh badan kapal berlantai tiga yang sering melayani rute pelayaran Manado - Talaud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada peristiwa itu, Polsek Pelabuhan Manado mengamankan dua anak buah kapal (ABK) yang menjadi saksi terjadinya kebakaran tersebut. Keduanya adalah Anto (32) dan Ever (20), yang pada saat terjadinya kebakaran, sedang melakukan pekerjaan pengelasan.
Sementara itu Kapolsek Pelabuhan Manado Iptu Jolly Runtu ketika dikonfirmasi mengatakan masih terus melakukan penyelidikan sebab-sebab terjadinya kebakaran itu.
"Kami masih mengumpulkan keterangan, termasuk keterangan 6 ABK lain yang berada di atas kapal saat kejadian terbakar tadi," ujar Runtu kepada detikcom.
Menurutnya, meski dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan awal di lapangan mengatakan dugaan api berasal dari percikan api las, namun dia tidak berani menyimpulkan.
"Belum bisa disimpulkan sekarang. Kalau memang kesulitan, bisa saja didatangkan tim Labfor untuk mengungkap kebakaran tersebut," tandas Runtu.
"Tapi kalau untuk kerugian, kemungkinan besar bisa mencapai Rp 10 miliar," pungkasnya.
(mok/mok)











































