"Belum ada perubahan. Kita takut kalau hujan gede turun, pasti banjir, banjir sampah," ujar Fatmah (55) salah seorang warga saat berbincang dengan detikcom, Selasa (11/9/2012).
Fatmah mengatakan, kondisi sungai yang dipenuhi sampah ini sudah terjadi sejak 2 bulan lalu. Warga sudah berupaya keras untuk membersihkan sampah-sampah tersebut, namun hasilnya tidak memuaskan. Fatmah pun mengaku tidak ada persiapan apa-apa jika sungai tersebut meluap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat kondisi ini, warga juga mengeluhkan semakin banyaknya nyamuk dan lalat di sekitar rumah mereka. Apalagi jika debit air bertambah, akan mengeluarkan bau yang tak sedap. Berbagai macam upaya pun dilakukan, dari mulai mendorong sampah tersebut hingga membakar sampah-sampah tersebut.
"Banyak lalat dan nyamuk jadinya. Kita sudah coba dorong sampah-sampahnya, tapi masih juga numpuk. Kita juga sudah bakar, tapi tetap saja seperti ini. Kalau sampahnya basah, baunya nggak enak banget," katanya.
Ada keluhan penyakit?
"Untungnya belum ada yang mengeluhkan penyakit," tutur Fatmah.
Pantauan detikcom, aliran sungai tersebut berada di tengah pemukiman warga. Aliran sungai yang sangat parah dipenuhi sampah panjangnya sekitar 500 meter. Semua permukaan sungai ditutupi sampah, nyaris tidak terlihat aliran air.
(jor/gah)










































