Jadi Sasaran Bom Thorik, Markas Brimob Kwitang Dijaga Biasa Saja

Jadi Sasaran Bom Thorik, Markas Brimob Kwitang Dijaga Biasa Saja

Rini Friastuti - detikNews
Selasa, 11 Sep 2012 12:18 WIB
Jakarta - Markas Brimob Kwitang di Jalan Kwitang Raya menjadi sasaran bom bunuh diri M Thorik yang sedianya akan beraksi pada Senin (10/9/2012) lalu. Saat ini penjagaan Markas Brimob tampak normal.

Pantauan detikcom di depan Markas Brimob Kwitang, Selasa (11/9/2012) ada 2 penjaga berseragam lengkap, plus senapan laras panjang, rompi antipeluru dan helm. Sementara jalan masuk di sebelah kiri, ada pos tamu di mana para pengunjung diminta menyerahkan identitas dan tas. Dua penjaga mengubek-ubek isi tas pengunjung.

"Takutnya kamu nanti bawa bom," kata salah satu penjaga tegas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara di dalam penjagaan juga terlihat pada jalur masuk motor dan pejalan kaki. Di lorong pejalan kaki, ada 2 penjaga lagi yang hanya berseragam tanpa memegang senjata.

detikcom menemui salah satu personel Brimob dan menanyakan tentang penjagaan hari itu.

"Untuk saat ini pengamanan biasa-biasa saja. Memang tiap hari kan di sini penjagaan agak ketat. Cuma untuk masalah markas ini dijadikan target bom, saya nggak ada komentar. Kalau masalah tersebut mending tanya sama Kabid Humas (Polda Metro Jaya) Pak Rikwanto. Kan dia yang paling tahu keamanan di Polsek dan Polda," katanya.

Muhamad Thorik, tersangka kasus penyimpanan bom di Tambora dan ledakan bom di Depok, menyerahkan diri pada Minggu 9/9/2012. Ayah satu anak yang akan menjadi 'pengantin' untuk melakukan bom bunuh diri di Markas Brimob Kwitang menyerah dengan lilitan bom di tubuhnya dan membawa senjata api serta memakai wig.

Setelah menyerahkan diri, Thorik diinterogasi polisi untuk pengembangan kasus terorisme ini. Keterangan Thorik membuat polisi menggeledah sebuah rumah di Bojonggede, Bogor. Polisi menemukan sejumlah bahan peledak dan menangkap teman Thorik bernama Arif.

Dari keterangannya kepada polisi, Thorik mengaku akan menjadi pelaku bom bunuh diri di Markas Brimob di Kwitang. Atas keterangan Thorik pula, polisi memastikan bahwa pria yang kritis akibat ledakan bom dan dirawat di ICU RS Polri adalah Anwar.

Dari kartu keluarganya, Thorik diketahui berumur 32 tahun. Dia memiliki seorang istri dan 1 anak. Terkait dengan bom bunuh diri yang ia lakukan, Thorik sudah menulis surat wasiat. Namun, tiba-tiba dia menyerahkan diri ke polisi. Dia mengaku kangen dengan keluarganya.

(nwk/nrl)


Berita Terkait