Di Solo, sempat terjadi dua insiden penyerangan pada polisi. Dalam insiden terakhir, seorang polisi bernama Bripka Dwi Data Subekti tewas setelah kelompok teroris.
Sementara di Tambora, terjadi insiden ledakan bom di kediaman Muhammad Thorik. Bom itu rencananya bakal diledakkan di empat lokasi oleh Thorik kemarin. Namun gagal karena terlebih dulu meledak tanpa disengaja beberapa waktu sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anwar ngakunya sih dari Solo. Saya lihat terakhir Jumat (7/9) kemarin. Rumahnya sudah dikosongin," kata Hamzah, tetangga Anwar di Kampung Warung Jambu, Kecamatan Bojonggede, RT 03/08, Bogor, Jawa Barat.
Sementara Arif dikenal Hamzah sudah lama tinggal di Bojonggede. Arif menikah dengan wanita asal Bojonggede. Lalu tinggal di rumah yang tak jauh dengan kontrakan Anwar.
"Istrinya orang sini. Arif asli Tambora. Kerjanya nggak jelas. Katanya nyewain WC umum di Sawah Besar, dia kontrak sendiri dari PT KAI," terang Hamzah.
Hingga kini, Arif masih menjalani pemeriksaan intensif oleh polisi bersama terduga teroris lainnya. Lalu Anwar dirawat di RS Polri Kramatjati. Kondisinya sempat siuman namun ditidurkan lagi oleh tim dokter.
(mad/nwk)











































